inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pemerintah Rencana Bentuk Holding Perkebunan 2010

Headline
Mustafa Abubakar - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Susan Silaban
Kamis, 18 Maret 2010 | 11:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Seiring dengan banyaknya permasalahan di BUMN perkebunan, maka pemerintah bakal membangun holding yang akan menampung ke-15 BUMN perkebunan dengan tiga opsi. Holding perkebunan pun ditargetkan pada 2010 ini.

Menurutnya, adanya holding perkebunan ini akan menjembatani setiap permasalahan yang ada. "Sebagai contoh PTPN III, harus bertanggung jawab atas PTPN XIV yang kurang produktif," kata Ketua Pusat Studi Hukum dan Pembangunan Ade Komaruddin pada diskusi 'Urgensi Pilihan Kebijakan Pembentukan Holding BUMN Perkebunan' di Jakarta, Kamis (18/3).

Ade mengutarakan setidaknya ada tiga opsi untuk menjembatani permasalahan di BUMN perkebunan, yakni investment holding, communitas holding, dan management holding. Namun, untuk communitas holding sepertinya sulit untuk dilakukan karena harus diurutkan berdasarkan kategori-kategori core bisnis BUMN perkebununan. "Namun bagaimana bentuknya diharapkan semua BUMN PTPN dapat berjalan dengan baik dan sinergi," tukasnya.

Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar pun menilai hal serupa. Sesuai dengan UU BUMN Nomor 19 Tahun 2003 disebutkan perkebunan menjadi aset negara sesuai dengan UU perseroan terbatas. BUMN perkebunan pun sudah
mengalami revolusi sehingga menjadi 15 perusahaan perkebunan.

"Sebagai antisipansinya kita bentuk holding, di mana akan ada perubahan institusi dalam BUMN perkebunan agar bisa bermanfaat bagi kita," tutur Mustafa dalam kesempatan yang sama.

Holding perkebunan, lanjut Mustafa, harus bisa memajukan perkebunan yang ada di Indonesia. Namun, holding perkebunan ini harus melalui uji komprehensif, uji forest, dan world capabilities. Sedangkan konsep
yang akan menjadi acuan tengah dipersiapkan oleh jajaran direksi BUMN bersama dengan Kementerian Keuangan. Ada konsep region dan konsep strategis. "Namun apapun konsepnya ke-15 PTPN harus sinergi," pungkasnya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.