INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie menilai sejumlah LSM yang mengadukannya ke BK tidak tahu mekanisme yang terjadi di DPR. Ia juga merasa telah diadu domba dengan Anas Urbaningrum oleh LSM itu.
"Yang tahu persis si A si B itu partai. Tidak perlu orang lain mengomentari. Itu adu domba," ujar Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/3).
Terkait tudingan menyetujui kenaikan gaji pejabat secara sepihak, Marzuki menjelaskan mengenai gaji adalah domainnya pemerintah dan sudah diketok oleh DPR yang lalu serta sudah masuk APBN.
"Dimana saya porsi menyetujui itu? Ngerti enggak dia? Sepertinya dia enggak ngerti, dia memberikan tapi dia nggak ngerti mekanisme. Kalau saya tanggapi kan nyakiti. Biarkan BK yang bekerja," kata Marzuki.
Kemudian mengenai tuduhan menghentikan raker dengan beberapa menteri, menurutnya, yang menghentikan rapat itu adalah mantan Wakil Ketua DPR Marwoto. Hal itu dilakukan setelah hasil diskusi dengan dirinya.
"Badan musyawarah belum rapat, belum menetapkan agenda. Menteri juga baru dilantik. Jadi pak Marwoto yang menyetop," jelasnya. [mut]