inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Profit Taking' Saham Unggulan, Lemahkan IHSG

Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Ahmad Munjin
Kamis, 18 Maret 2010 | 12:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta Melesatnya indeks saham pada perdagangan kemarin, langsung disusul dengan profit taking investor. Saham-saham berkapitaliasi besar pun berguguran, meski aksi beli selektif masih berlangsung.

Pada perdagangan Kamis (18/3) sesi siang, IHSG ditutup melemah 7,76 poin (0,28%) ke level 2.748,50. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 2,0900 poin (0,38) ke level 537,56.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia sangat ramai dengan volume transaksi tercatat mencapai 4,231 miliar lembar saham, senilai Rp2,726 triliun dan frekuensi 81,093 kali. Hanya 77 saham menguat, sedangkan 108 saham melemah, dan 74 saham stagnan.

Investor asing membukukan pembelian sebesar Rp857 miliar, dengan penjualan mencapai Rp444 miliar. Sehingga, transaksi beli bersih asing (Net Foreign Transaction) tercatat sebesar Rp412 miliar.

Sektor saham di bursa mendominasi pelemahan. Hanya tiga sektor yang menguat seperti perdagangan, pertambangan, dan konsumsi. Selebihnya, sektor saham melemah yang dipimpin industri dasar 1,04%, infrastruktur 0,77%, keuangan 0,50%, perkebunan 0,46%, properti 0,39%, manufaktur 0,22%, dan aneka industri 0,08%.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang melemah antara lain PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 300 ke Rp 5.500, PT Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 ke Rp 7.700, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 8.450, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 7.800, Indocement (INTP) turun Rp 100 ke Rp 13.900.

Sedangkan aksi beli secara selektif masih terjadi terhadap emiten PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang naik Rp 650 ke Rp 36.800, PT United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 17.950, PT TB Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 16.250, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 5.100.

Janson Nasrial, analis pasar modal dari AmCapital Indonesia memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti masih akan melemah terbatas. Hal ini dipicu aksi ambil untung jangka pendek, menyusul penguatan tajam di atas 3% kemarin. Indeks akan melemah single digit di kisaran 5-10 poin, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (18/3).

Koreksi ini dinilainya positif. Sebab, jika penguatannya tajam berkelanjutan akan memicu buble. Tapi, Janson sendiri menyebutkan Indonesia tidak mungkin mengalami gelembung ekonomi. Sebab, fundamental makro ekonomi Indonesia sangat kuat. Apalagi indeks kita mendapat topangan, dari penguatan rupiah ke arah 9.000-an per dolar AS, ujarnya.

Tapi, ia menegaskan untuk hari ini indeks domestik akan melemah meskipun bursa AS ditutup positif. AS positif karena laporan data Poroducer Price Index AS yang mencerminkan inflasi masih terkontrol. Sebab, angka PPI-nya lebih kecil dari pada yang diekspektasikan pasar, ucapnya.

Artinya, lanjut Janson langkah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah 0-0,25%, sangat tepat. Mereka tidak lagi khawatir terhadap inflasi. Sehingga, AS lebih fokus pada stabilnya pertumbuhan ekonomi negara adidaya itu. Tapi, koreksi indeks merupakan sesuatu yang seharusnya dan wajar terjadi di pasar yang telah mengalami penguatan tajam, urainya.

Pihak asing pun, saat ini banyak yang melepas sahamnya baik di saham-saham berkapitalisasi besar maupun kecil. Tapi, pada saat indeks turun, imbuhnya, merupakan kesempatan bagi investor lokal untuk membeli saham-saham pilihan yang mempunyai fundamental bagus.

Saham-saham pilihannya adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Ace Hardware Indonesia (ACES), dan PT Holcim Indonesia (SMCB). Buy on weakness untuk saham-saham tersebut, pungkasnya. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.