INILAH.COM, Jakarta - Rencana impor gas baru dapat direalisasikan pada akhir 2011 menunggu proyek pembangunan LNG Receiving Terminal di dalam negeri selesai.
Impor gas nanti baru bisa direalisasikan pada akhir 2011 mendatang, menanti proyek pembangunan LNG Receiving Terminal selesai. Sementara untuk pemenuhan gas domestik masih sedang dievaluasi sumber gasnya, kata Dirjen Migas, Evita H. Legowo di Jakarta, Kamis (18/3).
Direktur Utama PT PGN (Persero), Hendi Prio Santoso pada kesempatan yang sama mengatakan saat ini untuk mengatasi defisit gas PGN belum bisa diatasi dari opsi impor gas. Karena, biasanya untuk impor gas itu diperoleh melalui bahan padat dan kemudian ditampung dulu pada Reveiving Terminal.
Kalau kita impor sekarang barangnya mau ditaruh di mana. Impor itu bentuknya cair, perlu diregasifikasi dulu. Untuk pemenuhan domestik kami hanya berharap bantuan pemerintah, kata Hendi.
Sementara untuk mengatasi defisit gas dalam negeri, Evita mengatakan pemerintah akan berusaha sebisa mungkin mengoptimalkan sumber gas yang ada di dalam negeri. Soal keterbatasan sumber gas, pemerintah akan coba memberikan pengertian bukan saja ke produsen gas, tetapi juga ke konsumen gas. [cms]