INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Negara BUMN mengisyaratkan, pergantian susunan direksi PT Garuda Indonesia akan dilakukan setelah pelaksanaan Initial Public Offering (IPO).
"Kita fokus pada IPO-nya Garuda baru pergantian direksinya. Memang kita tengah evaluasi," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, dalam diskusi Forum Pembentukan Holding BUMN Perkebunan di Jakarta, Kamis (18/3).
Mustafa mengungkapkan, saat ini proses pergantian direksi Garuda Indonesia masih dalam tahap evaluasi di Kementerian BUMN. Sebagai informasi, proses evaluasi tersebut sudah berjalan sejak kepemimpinan Sofyan Djalil di Kementrian BUMN.
Seperti diketahui, Garuda akan melepas 40% sahamnya di lantai bursa pada kuartal III tahun ini. Perusahaan pelat merah ini juga menargekatkan dana IPO sekitar US$300 juta dan sekitar US$100 juta akan dialokasikian untuk kebutuhan belanja modal tahun ini. [mre/cms]