Selasa, 29 Mei 2012 | 00:39 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Penjelasan Resmi Susno Duadji
Headline
Susno Duadji - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Bayu Hermawan
web - Kamis, 18 Maret 2010 | 15:04 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pengungkapan markus di tubuh Polri, diakui Susno Duadji sebagai langkah menegakkan institusi itu. Tidak ada maksud lain.

Sebelum bertemu Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kamis (18/3), mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji menyampaikan pernyataan resminya. Inilah isi lengkapnya:

1. Bahwa perjuangan yang saya lakukan adalah bertujuan murni untuk membantu Kapolri mereformasi Polri dan membasmi pengkhianat yang merusak citra Polri, sesuai dengan amanat Kapolri tanggal 03 Maret 2010 pada saat serah terima pejabat dan Kapolda, yang intinya jangan ada pengkhianat di tubuh Polri.

2. Bahwa wujud nyata perjuangan yang saya lakukan untuk membantu mereformasi Polri dan membasmi pengkhianat di tubuh Polri adalah
dengan cara bertindak dan mencegah terjadinya: korupsi, rekayasa, kasus, pemotongan hak-hak anggota, mencegah terjadinya pimpinan yang tega mengorbankan anak buah, mencegah terjadinya pemimpin yang
melempar tanggung jawab, mencegah buta tuli terhadap keadilan yang ada di masyarakat, perlakuan kasar dan tidak melindungi masyarakat, memberikan pelayanan yang tidak baik, menerima suap, pungli, lamban dalam memberikan pelayanan di segala bidang dan lain-lain perbuatan tercela yang dapat merugikan institusi polri.

3. Bahwa informasi tentang adanya markus di mabes Polri ini kepada publik dikarenakan saya sudah menyampaikan kepada pejabat di Mabes Polri maupun kepada jenderal yang saya anggap terlibat dalam markus ini, namun tidak ada respon. Sehingga saya mencari upaya dan langkah yang dapat memberi atensi kepada pimpinan Polri untuk dapat mengambil
tindakan yang tepat dan adil.

4. Bahwa saya sangat mencintai Polri sebagai institusi yang telah membesarkan saya dan tempat saya membina karier lebih dari 32 tahun dengan selamat tanpa cacat dan celah. Oleh karenannya kalau ada pihak manapun juga, termasuk dari dalam tubuh Polri yang ingin mengkhianati dan menghancurkan Polri maka saya akan tampil sebagai pembela. Berada
di garda terdepan dan siap mengorbankan nyawa, jabatan, pangkat dan segala sesuatu demi Polri.

5. Bahwa perjuangan saya bukanlah untuk mencari popularitas, bukanlah sebagai power syndrome, bukan karena tidak ada jabatan, atau untuk mendiskreditkan siapapun dan pihak manapun atau kembali menduduki
jabatan Kabareskrim.

6. Bahwa saya tidak setuju dan menentang prilaku yang tidak satu kata dengan perbuatan, suka melepas tanggung jawab, mengorbankan anak buah, munafik, mendapatkan kekayaan dengan penyalahgunaan jabatan,
mencari-cari kesalahan orang lain, menutup-nutupi kejahatan dalam tubuh Polri, menjadi perlindung berbagai kejahatan seperti judi,
preman, narkotika, penyelundupan, illegal logging, illegal mining dan lain-lain.

7. Bahwa saya berkeinginan agar para pimpinan polri pada level apapun menyadari bahwa Polri adalah milik rakyat, bukan milik pimpinan Polri. Sehingga institusi Polri harus dikelola dengan baik sesuai dengan
kehendak rakyat dan dapat dipertanggung jawabkan kepada rakyat dan tidak menentang kehendak rakyat selaku pemilik Polri.

8. Bahwa setiap anggota polri apapun pangkat dan jabatannya harus peka terhadap rasa keadilan yang berlaku di dalam masyarakat dengan cara menyerap dan mengaplikasikan rasa keadilan di dalam masyarakat.

9.menghimbau kepada setiap anggota Polri agar tidak malu dan tidak menutup-nutupi adanya perbuatan tercela/pidana yang dilakukan oleh anggota polri, justru harus diproses dengan cara transparan, cepat dan
adil agar masyarakat selaku pemilik Polri tahu bahwa polri tidak berada pada posisi kompak di dalam kejahatan.

10. Agar menghargai setiap informasi terkait perbuatan tercela yang dilakukan oleh anggota Polri yang disampaikan oleh siapapun dan segera menindaklanjuti secara transparan dan adil serta menghentikan cara-cara yang tidak terpuji dimana penyampaian informasi dibalas dengan menutupi kasus dan mencari kesalahan pelapor.

11. Bagi anggota Polri yang akan ditugaskan menyidik anggota Polri lainnya hendaknya anggota Polri tersebut benar-benar bersih, jujur, tidak pernah terlibat dalam kasus-kasus yang mempermalukan Polri, ada
pepatah, jangan menyapu lantai dengan sapu yang kotor agar tidak terjadi lagi.

12. Bahwa anggota Polri yang merasa dirinya berkeinginan menjadi Polri yang reformis, melindungi dan mengayomi serta melayani masyarakat dengan baik, membasmi pengkhianat dan markus tidak perlu curiga dan khawatir terhadap apa yang saya lakukan dan saya himbau mari kita bersama-sama mewujudkan rasa cinta kita kepada Polri dengan cara
bekerja sama yang baik untuk mereformasi polri, membasmi pengkhianat dan markus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa kecuali pangkat dan jabatannya. Terlebih terhadap para jenderal
yang semestinya menjadi panutan.[bay/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Fathur Rahman
Kamis, 18 Maret 2010 | 15:36 WIB
Susno, maju terus! Polri memang perlu direformasi lagi agar perubahan itu nyata menyentuh aspek di dalam, bukan sekedar menyentuh aspek luar dan artifisial.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.