INILAH.COM, Jakarta - Ketua Badan Kehormatan (BK) Gayus Lumbuun membantah melaporkan balik Wakil ketua BK Chairuman Harahap kepada pimpinan dewan. Gayus mengaku hanya melakukan klarifikasi mosi tidak percaya.
"Saya tidak pernah membuat surat pelaporan balik. Yang saya buat itu klarifikasi terhadap mosi tidak percaya yang ditujukan kepada saya," ujar Gayus di kantor BK, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/3).
Ia menjelaskan, ada 4 hal yang tercantum dalam mosi tidak percaya yang ditujukan kepada ketua DPR dan fraksi-fraksi yang isinya antara lain soal tidak mau memeriksa anggota pansus yang berkata kotor. Menurut Gayus hal ini sudah diklarifikasi bahwa sebagai pimpinan BK harus memeriksa dengan dasar tata cara di BK.
"Kalau BK melakukan tanpa dasar maka akan digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok," katanya.
Selain itu, ia dianggap tidak santun dengan anggota dan pimpinan BK lain. Hal tersebut dianggap Gayus adalah opini yang subjektif. Kemudian dikatakan tidak bisa lakukan konsep kolegial. Dengan contoh yang memalukan sekali dengan memasukkan meja oleh wakil dilakukan Chaeruman Harahap.
"Bagi saya itu justru tidak bisa menghargai kolektifan dari pimpinan dan anggota," kata dia.
Selain itu, ia juga disebut sebagai otoriter. Gayus pun menyatakan agak bingung dengan maksus otoriter. Karena saat kejadian di pansus karena memang Chaeruman tidak sesuai tatib.
"4 hal itulah yang saya uraikan," pungkasnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !