INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY akui masih banyak kekurangan dalam program-program pro rakyat yang diusung pemerintah. Penyebab masih kurang baiknya program pro rakyat itu diakui SBY beragam.
Hal ini diungkapkan SBY, dalam sambutannya saat rapat terbatas bidang kesejahteraan masyarakat, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (18/3).
Dikatakan SBY, berdasarkan laporan dari para Bupati, Walikota, Gubernur pada saat rapat di Istana Presiden di Cipanas pada bulan lalu. Masih belum sinergi antara yang dilakukan pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah dalam memberikan sosialisasi atau penjelasan kepada masyarakat.
"Kemudian implementasi dari jajaran pusat yang ada di daerah seperti bank-bank yang menyalurkan kredit usaha rakyat sering berbeda-beda, kemudian kurang dilibatkannya unsur pemda sehingga meskipun banyak yang telah kita capai, saya menilai masih bisa kita lakukan perbaikan dan penyempurnaan agar semua program pro rakyat itu benar-benar mencapai sasaran dan makin dirasakan rakyat," paparnya.
Oleh karenanya, pada rapat kerja dengan seluruh Gubernur Indonesia yang ke dua rencananya akan dilaksanakan pada bulan April 2010, Presiden SBY ingin mendengarkan rekomendasi dari para Gubernur.
"Kepada Sekretaris kabinet agar menyampaikan kepada Mendagri agar para Gubernur dalam raker nanti sudah membahas dengan para Bupati dan Walikota sehingga pikiran dan pandagan Bupati dan Walikota juga disuarakan Gubernur. Sehingga dengan demikian sekali kita sempurnakan kebijakan kita maka implementasinya menjadi lebih baik lagi," pungkasnya. [win/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !