INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Negara BUMN mengisyaratkan, rights issue PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) segera terealisasi dan saat ini pemerintah tinggal mangujukannya saja ke DPR.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan dan beliau sudah sependapat," kata Menneg BUMN Mustafa Abubakar dalam diskusi 'Pembentukan Holding BUMN Perkebunan' di Jakarta, Kamis (18/7).
Mustafa beralasan keputusan pelaksanaan rights issue BNI ini sepenuhnya ada di tangan Menkeu. Namun, pembahasan rights issue antara Kementerian BUMN dan Menkeu tidak perlu dilakukan karena sudah sepakat secara prinsip.
"Pak Melchias Markus Mekeng berpesan, jika sudah rampung segera disampaikan ke DPR sehingga masuk ke jadwal sesudah reses," tuturnya.
BNI berniat menggelar rights issue sebanyak 16% dengan target perolehan dana sekitar Rp3 triliun. Jika ditambah dengan menerbitkan greenshoe sebanyak 3%, maka jumlah saham publik yang beredar di bursa melebihi 40%. Melalui rights issue , saham pemerintah bisa terdelusi menjadi tinggal 60 persen. Namun, BNI sendiri akan memperoleh tambahan modal Rp4-5 triliun. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !