INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyetujui penjaminan aset untuk mendapatkan pinjaman.
Hal itu disampaikan Komisaris Independen BYAN Rozik Soetjipto, seusai RUPS BYAN, Kamis (18/3). Sekitar 99,5 persen pemegang saham menyetujui hasil RUPS tersebut. "Pemegang saham menyetujui jaminan aset untuk dapat pinjaman," kata Rozik.
Sekretaris Perusahaan BYAN Jenny Quantero mengatakan, pihaknya meminta persetujuan untuk mencari dana ekternal. Pendanaan tersebut bisa dari obligasi dan pinjaman. "Karena ada blanket kemungkinan besarnya di atas 50 persen. Kebutuhan dana di atas 50 persen dari asetnya," ujar Jenny.
Terkait pinjaman yang dimiliki perseroan, saat ini total outstanding pinjaman sekitar US$200 juta. Utang jatuh tempo tersebut dalam waktu 3 tahun dan bunga dibayar setiap 6 bulan. Awal pinjaman sekitar US$300 juta.
Jenny menambahkan, pihaknya berencana akan akuisisi tambang tetapi hingga saat ini belum jelas. Pihaknya akan terus menjajaki tambang batubara. "Kita menginginkan batubara yang berkualitas tinggi," tambah Jenny.
Perseroan menargetkan produksi batubara 10 juta ton dan pada 2009 sekitar 9,5 juta ton. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !