INILAH.COM, Makassar - Menjelag muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, rumah-rumah penduduk sudah habis dipesan oleh peserta muktamar. Rata-rata sudah dipesan sejak sebulan terakhir sebelum acara pembukaan.
Pantauan INILAH.COM di lapangan, setiap rumah disewakan bervariasi. Mulai dari harga Rp 500-800 ribu per-hari. Darma misalnya menyewakan rumah permanen untuk digunakan sehari-hari selama pelaksanaan muktamar seharga Rp 500 ribu per-hari.
Setiap rumah yang diminati rata-rata simpatisan NU memiiki fasilitas banyak kamar mandi dan ruang tidur yang memadai. Setiap rumah dihuni sebanyak 15-30 orang penggembira muktamar.
Kebanyakan yang menyewa rumah di sekitar asrama haji adalah delegasi tidak penuh dari daerah Jawa, seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta.
Tingginya harga sewa setiap rumah karena penginapan dan asrama, yang juga berada di sekitar tempat pelaksanaan rata-rata juga sudah terpesan. Misalnya, pondok Darussalam dan pondok Madinah di-booking sebelum 3 bulan lalu.
Seperti diketahui, muktamar NU akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 Maret yang akan diikuti oleh sekitar 8.000 - 10.000 peserta dari seluruh Indonesia.Termasuk peserta cabang istimewa atau luar negeri misalnya Mesir, Arab Saudi, dan Sudan.
Hingga saat ini persiapan muktamar sudah rampung sekitar 90-an persen. Atribut dan baliho selamat datang untuk peserta sudah terpampang hampir di seluruh ruas jalan di Kota Makassar.
Perkiraan panitia, peserta dan partisipan NU mulai berdatangan ke Makassar pada tanggal 20 Maret nanti. [bar]