INILAH.COM, Jakarta IHSG tak mampu bertahan di zona hijau dan terpaksa berakhir di teritori negatif, akibat aksi ambil untung. Namun, maraknya aksi beli saham BUMI dan BMRI, menghambat anjloknya bursa lebih dalam. Pada perdagangan Kamis (18/3), IHSG

ditutup turun 19,020 poin (0,69%) ke level 2.737,242. Indeks saham unggulan LQ 45

juga turun 4,745 poin (0,87%) ke level 534,905.
Setelah dibuka menguat 0,76% ke level 2.777, indeks saham terus dilanda sentimen negatif. Alhasil, bursa pun bergerak melemah, sehingga pada sesi siang bertengger di angka 2.748 dan akhirnya ditutup di angka 2.734.
Reliance securities menilai, pelemahan IHSG hari ini terjadi seiring memerahnya bursa regional Asia. Indeks mengalami profit taking, setelah melesat sebesar 3,25% pada perdagangan kemarin. Investor pun terpacu untuk melakukan aksi ambil untung, ujarnya.
Kendati demikian, masih ada aksi beli atas beberapa saham di lantai bursa. Masih rendahnya suku bunga The Fed, menyebabkan aliran dana asing masuk ke Indonesia. Namun, besarnya selisih antara suku bunga acuan di Indonesia dengan AS, membuka peluang IHSG untuk menguat lebih lanjut di waktu mendatang. Hal ini menyebabkan pelemahan bursa kali ini masih dalam kondisi wajar, katanya.
Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor tambang dan properti yang berhasil menguat. Sedangkan sektor infrastruktur memimpin penurunan, dengan terkoreksi 2,8%, disusul sektor aneka industri melemah 1,5%, manufaktur sebesar 0,8%, industri dasar 0,7%, perkebunan 0,5%, serta konsumsi dan finansial yang melemah 0,2%.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup aktif, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6,785 miliar lembar saham, senilai Rp 5,672 triliun dan frekuensi 133.456 kali. Sebanyak 88 saham naik, 135 saham turun dan 72 saham stagnan.
Di tengah koreksi bursa, asing masih marak melakukan pembelian. Terlihat dari nilai transaksi beli bersih asing (Net Foreign Transaction) mencapai Rp 635,495 miliar. Kondisi ini terdiri dari aksi beli asing sebesar Rp 1,782 triliun, dan transaksi jual asing sebesar Rp 1,146 triliun.
Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Astra International (
ASII) turun Rp 650 ke Rp 40.200, PT Bank Central Asia (
BBCA) turun Rp 350 ke Rp 5.450, Telekomunikasi Indonesia (
TLKM) turun Rp 250 ke Rp 8.350, PT Semen Gresik (
SMGR) turun Rp 200 ke Rp 7.650, PT Perusahaan Gas Negara (
PGAS) turun Rp 175 ke Rp 4.075, Astra Otoparts (
AUTO) turun Rp 150 ke Rp 7.100, PT Astra Argo Lestari (
AALI) turun Rp 150 ke Rp 24.850.
Saham Bank Mandiri (
BMRI) mendominasi perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi sebesar 507 miliar. Posisi ini menggeser PT Bumi Resources (
BUMI) yang hanya mencatatkan nilai transaksi Rp483 miliar. Saham BMRI ditutup naik Rp 250 ke Rp 5.200 dan BUMI terangkat Rp25 ke Rp2.575. Kedua emiten ini mengahmbat koreksi bursa lebih dalam.
Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Indo Tambangraya Megah (
ITMG) naik Rp 600 ke Rp 36.750, Hero Supermarket (
HERO) naik Rp 200 ke Rp 5.200, PT TB Bukit Asam (
PTBA) naik Rp 200 ke Rp 16.250, Bayan (
BYAN) naik Rp 150 ke Rp 5.950, Gudang Garam (
GGRM) naik Rp 150 ke Rp 27.350.
Pelemahan IHSG didukung koreksi bursa regional Asia. Indeks Shanghai

turun 4,39 poin (0,14%) ke level 3.046,09, indeks Hang Seng

di Hong Kong melemah 53,82 poin (0,25%) ke level 21.330,67, indeks Nikkei-225

Jepang merosot 102,95 poin (0,95%) ke level 10.744,03 dan indeks KOSPI

di Korsel turun 7,69 poin (0,46%) ke level 1.675,17. [mdr][[indosat]]