INILAH.COM, Jakarta - Pascaholding BUMN di seluruh sektor industri, diharapkan ekuitas BUMN bisa naik hingga lima kali lipat dari Rp500 triliun menjadi Rp2.500 triliun.
"Dihitung setelah lima tahun mendatang di mana holding itu sudah terealisasi," kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi, Mahmuddin Yasin, pada acara diskusi Pembentukan Holding BUMN Perkebunan, Jakarta, Kamis (18/3).
Hitungannya, menurut Yasin, dapat dilihat melalui meningkatnya price earning ratio (PER) dan book value seluruh BUMN. Selain kenaikkan itu, pembentukan holding juga diperkirakan akan menaikkan aset, pendapatan serta laba bersih seluruh BUMN. "Jadi top line bakal naik, middle line tetap dan ujungnya bottom line naik," ujarnya.
Saat ini ada sekitar 139 BUMN yang mengelola aset sekitar Rp2.000 triliun. Sebagai gambaran, nilai aset BUMN pada kelompok usaha perkebunan mencapai Rp30 triliun. Jika itu bukan nilai pasarnya, maka pemerintah harus melakukan revaluasi. Jika harga pasar aset-aset itu melonjak 10 kali lipat, maka nilai aset totalnya menjadi Rp300 triliun. [san/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !