INILAH.COM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan akan membeberkan Daftar Investasi Negatif (DNI) pada Jumat (19/3) besok.
"Besok akan ada pertemuan dengan Menko Perekonomian terkait dengan DNI," ujar Tifatul dalam acara yang diadakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (18/3).
DNI tersebut, menurutnya, akan menjadi titik kesimpulan akhir seputar kekisruhan usulan masuknya investasi asing ke menara telekomunikasi antara Kementrian Komunikasi dan Informatika dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan.
Tifatul tetap bersikukuh bahwa sudah seharusnya bisnis menara telekomunikasi tidak diberikan kepada asing atau tetap menjadi jatah pengusaha lokal seutuhnya. "Kita mendapatkan banyak masukan termasuk dari 'National Summit 2009' bahwa pengusaha lokal jangan jadi penonton 160 juta pengguna ponsel di Indonesia saja.
Tifatul menegaskan bangsa Indonesia ingin menjadi tuan di negeri sendiri. "Masak kita jadi tukang pasang setrum saja, boleh dong kita mengambil keuntungan dari Rp300 triliun bisnis ICT di Indonesia. Boleh dong, tanpa lobi, pengusaha lokal kita menjadi bangsa mandiri."
Ditegaskan, Rp70-80 triliun dari capex di sektor teknologi dan informasi semua lari ke luar negeri. "Dari informasi yang saya peroleh, 92% pemain di sektor ini adalah asing. Padahal teknologinya bukan teknologi canggih, hanya tiang besi dan disewakan oleh lokal," terang menteri yang suka berpantun ria ini.
Aturan bisnis menara yang mewajibkan porsi pengusaha dalam negeri harus 100% diakui Tifatul akan diteken dalam DNI dan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri. [cms]