INILAH.COM, Sumenep - Seorang mahasiswa Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Eko Wahyudi, ditangkap aparat Polres setempat, karena menyegel pintu masuk kampus menggunakan bambu dan gembok.
Penyegelan dilakukan ketika puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menentang Surat Keputusan (SK) Rektor yang dinilai mengakomodir pelaksanaan pemilihan oleh Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM). Akibatnya, puluhan mahasiswa serta dosen tidak bisa masuk ke areal kampus.
Sehingga, polisi yang mengamankan pelaksaan pemilihan dewan legislatif mahasiswa langsung melakukan penangkapan pada seorang mahasiswa yang dianggap membuat kericuhan.
Sebelum ditangkap, Eko yang merupakan Korlap Aksi menilai, orang-orang yang berada dalam KPRM tidak independen. Sebab, mereka masih termasuk dalam beberapa organisasi kemahasiswaan.
"Mereka kan sejatinya memilih dewan legislatif mahasiswa (DLM) harus fair-lah," kata mahasiswa semester V ini, di depan kampus Unija, Kamis (18/3).
Rektor Unija Sumenep, Ida Ekawati mengaku, pihak kampus memang meminta pengamanan kepolisian atas aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi kericuhan. "Soal penangkapan seorang mahasiswa, itu sebenarnya pembinaan saja," tandasnya.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Sumenep, AKP Endri Prasetyo Utoro mengatakan, penangkapan yang dilakukan aparat terhadap salah seorang mahasiswa disebabkan tidak adanya ijin untuk melakukan unjuk rasa.
"Apalagi, dalam unjuk rasa tadi sangat mengganggu fasilitas umum dan terkesan merugikan," pungkasnya. [beritajatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !