inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Penutupan Pasar Valas

Rupiah Kehabisan Tenaga

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Kamis, 18 Maret 2010 | 18:40 WIB
INILAH.COM, Jakarta Koreksi indeks saham menjalar pada melandainya rupiah di pasar uang. Kekhawatiran pasar atas intervensi BI di level 9.000, telah memicu profit taking mata uang RI ini.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (18/3) ditutup melemah tipis 5 poin (0,054%) terhadap dolar AS menjadi 9.120/9.130, ketimbang posisi kemarin di 9.115/9.120. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan melemah 1,25 poin (0,013%) menjadi 9.125 per dolar AS.

Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, pelemahan tipis rupiah hari ini dipicu kekhawatiran pelaku pasar atas intervensi Bank Indonesia, saat rupiah berada di level 9.000 per dolar AS. Akibatnya, menjelang level tersebut mata uang RI ini akan kembali melemah.

Setelah rupiah hampir menyentuh level 9.090 per dolar AS, pasar melakukan aksi ambil untung. Karena itu, rupiah melemah ke level 9.120, bahkan level terlemahnya mencapai 9.135, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (18/3).

Menurutnya, penguatan mata uang yang terlalu tajam akan berimbas negatif bagi perekonomian. Pasalnya, produk dalam negeri di pasar ekspor jadi tidak memiliki daya saing. Karena itu, pasar melakukan profit taking sambil menunggu harga yang lebih atraktif. Memang, level 9.000 punya peluang untuk ditembus. Hanya saja, momentumnya sudah kehabisan tenaga sehingga mengalami koreksi terlebih dahulu, ujarnya.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga dipicu oleh koreksi indeks saham akibat profit taking menyusul penguatan kemarin di atas 3%. Hari ini, IHSG ^JKSE ditutup melemah -19,02 (0,69%) ke level 2.737,24. Meski ini bukan capital outflow, melain profit taking biasa cukup jadi pemicu negatif di pasar uang, ungkapnya.

Koreksi rupiah juga dipengaruhi oleh faktor eksternal di mana dolar AS mengaut. Meski, secara tren dolar AS melemah. Sebab, Bank Sentral Amerika memperpanjang kebijakan tingkat suku bunganya ekstra rendah. Namun hari ini, mata uang negara adidaya itu menguat. Sebab, hari ini mata uang lain terjadi profit taking, sehingga dolar AS dengan sendirinya terangkat, timpalnya.

Alhasil, dolar AS pun menguat terhadap sumua mata uang utama. Begitu juga dolar AS terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). Terhadap euro dolar AS menguat ke level 1,3686 dibandingkan penutupan kemarin di level US$1,3730 per euro, pungkasnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.414 terhadap dolar Australia, di angka 12.514 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.544,86 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS.

Hanya empat mata uang yang menguat. Yen Jepang naik 0,19% menjadi 90.130, dolar Hong Kong terangkat 0,01% ke level 7.760, dolar Australia terdongkrak 0,26% ke angka 0.921, dan dolar Taiwan menggeliat 0,06% terhadap dolar AS ke posisi 31.704. Selebihnya, mata uang kawasan melemah.

Dolar New Zealand turun 0,11% menjadi 0.715, dolar Singapura terkoreksi 0,05% ke level 1.393, won Korsel terdepresiasi 0,48% ke angka 1.133, peso Filipina tertekan 0,21% ke posisi 45.690, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,29% menjadi 45.490, yuan China melandai 0,006% ke level 6.826, ringgit Malaysia susut 0,25% ke angka 3.307, dan baht Thailand terpangkas 0,12% ke posisi 32.305 per dolar AS. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.