Selasa, 29 Mei 2012 | 00:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
14 Tahun Ibunya Obama Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan
Headline
Ann Dunham
Oleh:
web - Kamis, 18 Maret 2010 | 18:52 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ann Dunham, ibu kandung Obama, sudah sejak lama meyakini bahwa ekonomi rakyat Indonesia berbasis usaha kecil.

Sudah ditulis dengan jelas. Ada kelompok donor yang memaksakan kebijakan ekonomi Indonesia mengalihkan dari dari ekonomi murni, demikian disampaikan pengamat ekonomi Hendri Saparini dalam seminar Ann Dunham-Soetoro dan Ekonomi Kerakyatan" yang digelar di Mercentile Athletic Club, WTC Jakarta, Kamis (18/3).

Ibunya Obama itu, selama hampir 14 tahun meneliti dan bekerja dengan para aktivis LSM yang peduli soal ekonomi kerakyatan.

Bahkan, tesis ibunda Obama itu kemudian menjadi inspirasi banyak orang terhadap ekonomi kerakyatan berbasis usaha kecil.

Hendri Saparini mengatakan, pada saat itu, akhir 1960-an, Ibu Obama, Ann Dunham, sudah bisa menangkap bahwa ekonomi Indonesia telah bergesar dari ekonomi kerakyatan.

Sebenarnya, dia mengatakan, di awal pemerintahan Orde Baru, masih ada upaya untuk kembali menghidupkan model ekonomi kerakyatan.

Ada Hatta (Mohammad Hatta), ada Soemitro (Soemitro Djojohadikusumoh). Tapi setelah itu, ekonom-ekonom yang ada di Indonesia sebagian besar percaya bahwa pertumbuhan ekonomi adalah segala-segala, imbuhnya.

Dia menambahkan, pada saat itulah awal struktur ekonomi Indonesia bergeser dan meninggalkan ekonomi kerakyatan.

Itu karena ada tekanan dari kelompok lain yang ingin Indonesia segera meninggalkan ekonomi kerakyatan, katanya lagi.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.