Selasa, 29 Mei 2012 | 03:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pria Texas Lumpuhkan 100 Mobil Lewat Internet
Headline
zdnet.be
Oleh: Ellyzar Zachra PB
web - Kamis, 18 Maret 2010 | 19:58 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Seorang pria yang dipecat dari dealer mobil menggunakan internet untuk menonaktifkan starter jarak jauh lebih dari 100 mobil yang dijual di tempat kerja lamanya.

Polisi menangkap Omar Ramos-Lopez, 20 tahun, pada hari Rabu (18/3) lalu dengan tuduhan melakukan kejahatan melalui pelanggaran keamanan komputer.

Ramos-Lopez, mantan pegawai di sana, menggunakan password untuk menonaktifkan starter dan klakson mobil saat kendaraan itu akan bergerak, kata polisi.

Beberapa pemilik mobil mengatakan mereka harus menelepon truk derek atau membiarkannya terdampar di tempat kerja maupun rumah.

"Dia menyebabkan pelanggaran ini sekarang korban tidak dapat masuk kerja," kata juru bicara polisi, Veneza Aguinaga.

"Mereka harus mencari truk pengangkut. Mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan kendaraan mereka, tambahnya.

Ramos-Lopez berada di penjara Travis County pada Rabu dengan jaminan sebesar US$3.000 (Rp27, 2 juta).

Dealer Texas Auto Center menginstal perangkat GPS yang mencegah mobil untuk menyala. Sistem ini ditujukan kepada pemilik mobil yang terlambat melakukan pembayaran, ungkap Jeremy Norton, pengontrol dari dealer di mana Ramos-Lopez bekerja.

"Kami sedang mengambil langkah-langkah tambahan untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi," kata Norton.

Pada pertengahan Februari, karyawan dealer melihat adanya perubahan yang tidak biasa pada catatan bisnis mereka. Seseorang diketahui telah masuk ke sistem dan mengubah nama pelanggan, contohnya rapper Tupac Shakur dinyatakan telah membeli kendaraan pada 2009 lalu, ungkap Norton.

Tak lama kemudian, pelanggan mulai menelepon mengatakan mobil mereka tidak bisa dinyalakan, atau klakson tidak dapat dimatikan, hingga memaksa mereka untuk melepaskan baterai. Norton berpikir awalnya ada masalah dengan mesin.

Polisi mengatakan mereka dapat melacak dengan menyabotase komputer Ramos-Lopez, sehingga ia dapat segera ditahan.

Norton mengatakan bahwa Ramos-Lopez tidak tampak kesal saat dipecat. "Saya pikir dia merasa bahwa apa yang ia lakukan adalah lelucon yang tidak berbahaya," kata Norton. Dan, dia tidak melihat konsekuensi dari itu, tambahnya.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.