Minggu, 27 Mei 2012 | 19:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Cermati 3 Sektor, Hindari Saham Unggulan
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Natascha & Vina Ramitha
web - Jumat, 19 Maret 2010 | 06:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (19/3) berpotensi rebound. Investor sebaiknya trading saham sektor properti, perbankan dan komoditas.

Analis Lautan Dana Investama Willy Sanjaya mengatakan, IHSG berpeluang rebound cepat pada perdagangan akhir pekan ini. Terutama setelah koreksi kemarin yang dinilai masih dalam tahap wajar. IHSG memiliki kekuatan untuk kembali naik, ujarnya ketika berbincang dengan INILAH.COM, Kamis (18/3) petang.

Menurutnya, peluang indeks untuk menembus level 2.800 sangat kuat. Sehingga membuka kesempatan pembelian kembali saham-saham yang terkoreksi, setelah cukup tinggi menguat.

Di tengah kondisi seperti ini, ada tiga sektor yang direkomendasikan untuk trading, yakni properti, perbankan, dan komoditas. Namun sebaiknya tidak ke saham unggulan, karena masih ada tekanan, paparnya.

Saham properti yang direkomendasikan adalah PT Ciputra Property (CTRP), PT Ciputra Development (CTRA), PT Bakrieland Development (ELTY), dan PT Summarecon Agung (SMRA).

Sedangkan saham perbankan yang disarankan adalah PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank Danamon (BDMN), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI).

Willy menambahkan, rebound indeks kemungkinan dipicu kenaikan saham komoditas karena harga minyak yang berpotensi rally ke US$85 per barel. Saham pilihannya adalah PT Aneka Tambang (ANTM), PT Timah (TINS), dan PT Bumi Resources (BUMI). Investor bisa trading di saham-saham ini,ujarnya.

Pada perdagangan Kamis (18/3), IHSG ditutup turun 19,020 poin (0,69%) ke level 2.737,242. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup aktif, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6,785 miliar lembar saham, senilai Rp 5,672 triliun dan frekuensi 133.456 kali. Sebanyak 88 saham naik, 135 saham turun dan 72 saham stagnan.

Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp650 ke Rp40.200, PT Bank Central Asia (BBCA) terkoreksi Rp350 ke Rp5.450, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melemah Rp250 ke Rp8.350, PT Semen Gresik (SMGR) turun Rp200 ke Rp7.650, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) melorot Rp175 ke Rp4.075, PT Astra Otoparts (AUTO) turun Rp150 ke Rp7.100, serta PT Astra Argo Lestari (AALI) melemah Rp150 ke Rp24.850.

Saham {T Bank Mandiri (BMRI) mendominasi perdagangan kemarin dengan nilai transaksi sebesar Rp507 miliar. Posisi ini menggeser PT Bumi Resources (BUMI) yang hanya mencatatkan nilai transaksi Rp483 miliar. Saham BMRI ditutup naik Rp 250 ke Rp 5.200 dan BUMI terangkat Rp25 ke Rp2.575. Kedua emiten ini mengahmbat koreksi bursa lebih dalam.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp600 ke Rp36.750, PT Hero Supermarket (HERO) terangkat Rp200 ke Rp5.200, PT Bukit Asam (PTBA) menguat Rp200 ke Rp16.250, PT Bayan (BYAN) terapresiasi Rp150 ke Rp5.950, PT Gudang Garam (GGRM) melambung Rp150 ke Rp27.350. [ast/mdr] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.