INILAH.COM, Jakarta - Sadar akan menjadi sorotan pada Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Malang, 30-31 Maret mendatang, PSSI menyiapkan jurus-jurus andalan untuk bertahan.
Usai melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus provinsi di Hotel Gran Melia Jakarta, Kamis (18/3), PSSI mengumumkan enam program andalan yang akan dijadikan tameng saat di Malang nanti.
"Program ini hasil masukan dari seluruh pengprov. Semuanya akan kami bawa ke KSN nanti," ujar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid usai konsolidasi, dikutip Antara.
Keenam program itu berfokus pada pengembangan talenta-talenta muda, diantaranya adalah pengembangan diklat sepak bola di daerah, memasukkan sepak bola pada kurikulum SMP dan SMA, serta alokasi dana APBD untuk mengembangkan talenta muda.
Tak lupa, meski sudah menjabat sejak 2004 dan gagal mempersembahkan gelar apapun dengan berbagai programnya, Nurdin masih berharap kepercayaan masyarakat dengan meminta dukungan pemerintah dan masyarakat untuk membentuk timnas yang handal dan mampu menjuarai SEA Games. Selain itu, Nurdin juga meminta dukungan dalam bidding Piala Dunia 2022.
Secara implisit, Nurdin menegaskan PSSI akan menolak rekomendasi KSN yang mengarah pada internal organisasi PSSI, seperti pencopotan dirinya, misalnya.
"Pada KSN akan ada rekomendasi. Namun rekomendasi itu harus kami kaji melalui proses organisasi. Jika tidak sesuai maka akan kami tolak," ucapnya.
"Siapapun bisa usul Kongres Luar Biasa, siapapun boleh usul Nurdin mundur, siapapun bisa usul rombak PSSI. Namun semua ada prosesnya," katanya menegaskan.
Konsolidasi PSSI dalam rapat pleno ini menjelang KSN diikuti oleh jajaran PSSI pusat dan seluruh pengprov PSSI seluruh Indonesia. Dari 33 pengprov hanya satu pengprov yang tidak hadir yaitu DIY karena sakit.[*/boy]