INILAH.COM, Jakarta - Nama Sony Arianto Kurniawan menjadi populer akhir-akhir ini. Meski somasi Sony Corp terhadap blog-nya sony-ak.com berakhir namun kasus ini menjadi perhatian pemerhati internet.
Terus terang saya tidak ingin kasus ini menjadi melebar, hanya sebatas penamaan domain itu saja. Saya tidak ingin ikut campur dalam kasus-kasus yang mungkin timbul sebagai dampak kasus domain ini, papar Sony, kepada INILAH.COM, di Jakarta Kamis (18/3).
Pria kelahiran Singaraja, Bali 21 Februari 1977 itu memaparkan secara gamblang tentang kasus yang menimpanya. Untungnya kasus ini berakhir damai. Lulusan Teknik Informatika STIKI Malang itu pun bisa bernafas lega. Berikut petikan wawancaranya;
Bagaimana awalnya somasi dari Sony Corp?
Pada 22 Januari 2010 merupakan pertama kali mendapatkan surat somasi ke rumah dan melalui email 3 Maret 2010. Kemudian langsung konsultasi dengan beberapa teman yang mengerti hukum. Kuasa hukum Sony berusaha mengontak untuk mengajak pertemuan sekitar tanggal belasan Maret dengan agenda mencari jalan tengah, kita diskusi.
Mengapa ngotot mempertahankan?
Setelah diskusi itu tetap saja menemui jalan buntu, karena masing-masing tetap pada pendiriannya. Mereka tetap ingin mengikuti kliennya yakni menutup domain atau mengganti namanya.
Saya tidak ingin menutupnya karena bagi saya domain tersebut bukan baru dibeli satu atau dua bulan lalu, tetapi sudah tujuh tahun. Bahkan di 2004, 2005 dan 2006 termasuk blog terbaik PC-Magazine kategori pendidikan bareng dengan ilmukomputer.com.
Pak Romi Satria Wahono, pendiri situs ilmukomputer.com adalah salah satu saksi sejarah blog ini. Selama beliau di Jepang dan aku di Surabaya kita sering chatting tentang e-learning dan system management.
Bagaimana sikap Sony Corp setelah menemui jalan buntu?
Ada pernyataan kasus tersebut akan disampaikan ke UDRP (Uniform Domain-Name Dispute-Resolution Policy) yakni lembaga internasional yang mengatur tentang domain, lalu saya jawab why not? Sejak saat itu kuasa hukum Sony Corp belum menghubungi saya kembali.
Tetapi ada pertemuan lain antara saya, Sony Indonesia dan Sony Corp tanpa melibatkan kuasa hukumnya pada 16 Maret 2010. Pertemuan itu inisiatif Sony Corp. Saya appreciate terhadap Sony Corp dan Sony Indonesia.
Mengapa yakin menang?
Ada perbedaan pendapat antara Sony Corporation dengan kuasa hukumnya di Indonesia. Sony Corp ingin mencari jalan tengah dengan diskusi sedangkan kuasa hukumnya tetap menginginkan domain saya ditutup atau mengganti nama. Ini masalah internal mereka.
Dukungan blogger bagaimana?
Saya sangat menghargai kawan-kawan di Facebook, Twitter, blog dan forum-forum atau jejaring sosial yang saya belum tahu juga, yang telah memberikan dukungan terhadap saya pribadi.
Keputusan akhirnya sudah disepakati antara saya dan Sony Corp, kita agree dan saling mengerti. Saya sudah menerima tawaran Sony Corp terakhir pada pertemuan 16 Maret 2010. Sony mengajukan poin-poin yang mereka tawarkan dan saya sepakat, tetapi sayangnya saya tidak bisa mengeluarkan kata-kata tersebut dari saya pribadi.
Apakah sudah puas dengan kesepakatan itu?
Keputusan Sony Corp berubah 180 derajat. Ini jadi salah satu bagian sejarah Sony Corp dan saya pribadi dan akan bisa menjadi acuan bagi kasus-kasus yang mungkin akan terjadi di masa depan.
Ketika saya berpikir di awal tentang kasus ini yakni masalah domain, maka saya fokus ke sana. Saya sadar akan ada efek domino, contohnya gerakan mensomasi balik, clash-action dan adanya boikot produk Sony Corp. Saya tidak ingin hal tersebut terjadi jika tidak ada alasan kuat.
Kalau dibilang kasus ini hanya untuk mencari sensasi?
Kasus ini bukan mencari sensasi, saya hanya berusaha mempertahankan domain pribadi. Pada hari pertama mendapat somasi, saya melakukan riset bahwa memang benar Sony Corporation melakukan riset tentang domain yang berkaitan dengan nama mereka.
Contohnya walkman.com yang dimenangkan Sony Corporation, bahkan nama domain sony.net yang saat ini digunakan sebagai situs resmi Sony Corporation juga didapatkan dari hasil tuntutan di 2000.
Di Korea Selatan ada 19 domain yang juga dituntut Sony Corporation. Saya pikir wajar mencari informasi ke Indonesia kok ada nama domain sony-ak.com, cuma memang ada miskomunikasi kuasa hukumnya dan langsung mengeluarkan somasi.
Apakah nama domain Anda jadi mahal?
Kalau secara value nama domain saya tetap, trafik naik hanya karena memang ada kasus ini, tulisan saya pun berkala saya isi dan diurus dengan format yang sama. Saya membayar domain per tahun dengan membeli dari layanan Amerika Serikat.
Pesan saya jika ada kasus lain ke depan jangan takut jika memang tidak salah, tetapi jangan disengaja untuk itikad buruk, bisa terkena bad-feed. Kalau saya pribadi saya merasa beruntung sekali. [mdr]