INILAH.COM, Jakarta Jelang kunjungan Presiden AS Barack Obama di Indonesia pengamanan kian ketat. Sederet kapal perang kedua negara ikut membentengi orang nomor satu di negara adidaya itu.
Jangan main-main dengan kunjungan dari pejabat AS. Sebelum rencana dimatangkan saja, pihak pengamanan langsung datang dari Washington ke negara tujuan. Memastikan siapapun orang penting yang berkunjung ke negara itu akan pulang kembali dalam keadaan utuh.
Sebanyak tujuh kapal perang milik TNI-AL dijadwalkan ambil bagian dalam upaya pengamanan wilayah perairan Pulau Dewata terkait kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Sebuah kapal di antaranya yakni KRI Slamet Riyadi terlihat telah merapat ke Dermaga Pelabuhan Benoa Denpasar, Bali, Kamis (18/3). Komandan Pangkalan TNI-AL Benoa Kol Laut Wayan Suarjaya ketika dihubungi di Denpasar, membenarkan bahwa sebuah kapal perang milik TNI-AL telah merapat di dermaga Pelabuhan Benoa.
Ini kapal pendahuluan dari tujuh kapal yang rencananya dikirimkan ke wilayah perairan Bali terkait upaya pengamanan Barack Obama, katanya. Sejumlah kapal akan menyusul diberangkatkan dari pangkalannya pada Armada Indonesia Timur (Armatim) di Surabaya, Jatim. Dengan dikerahkannya tujuh kapal perang milik TNI-AL, wilayah perairan Bali nantinya dapat diawasi bahkan dibentengi secara menyeluruh.
Kolonel Suarjaya menyebutkan, pengerahan kapal perang sebanyak itu dimaksudkan untuk lebih kenjamin keamanan Bali saat menerima kunjungan Presiden Obama.
Ditanya mengenai kepastian Obama tiba di Bali, baik Suarjaya maupun Kepala Biro Humas Pemprov Bali Putu Suardhika mengaku belum dapat menjelaskannya, sehubungan masih harus menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari Jakarta. Sejauh ini kami telah melakukan persiapan untuk penyambutan yang diperlukan, namun belum dapat mengetahui mengenai kepastian kapan Obama tiba di Bali, ulasnya.
Informasi lainnya menyebutkan sedikitnya 2.000 polisi, termasuk beberapa personel penembak jitu, akan dikerahkan untuk pengamanan. TNI akan mengerahkan 9.000 personel. Pihak Polda Bali semakin intensif berkoordinasi dengan Tim Pengamanan Presiden AS (Secret Service) menjelang kunjungan Obama.
Kedatangan Tim Pengamanan Presiden AS bertujuan untuk meningkatkan koordinasi pengamanan kedatangan Obama agar berjalan selaras pada hari-H, kata Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Sutisna seusai menerima Tim Pengamanan Presiden AS di kantornya.
Menurut rencana, selama di Bali Obama akan mengunjungi dua pura yakni Pura Besakih di Kabupaten Karangasem, dan Pura Uluwatu di Kabupaten Badung. Selain itu, Obama juga akan mengunjungi sejumlah objek wisata kenamaan di daerah ini, sekaligus menyaksikan beberapa atraksi budaya.
AS juga telah menyiapkan pengamanan untuk presidennya. Empat kapal induk AS akan merapat untuk membantu pengamanan. Satu kapal ditempatkan di Batam, satu di Bali, satu di Tanjung Priok, Jakarta, dan satu lagi di perairan selatan Jawa. Belum ada konfirmasi mengenai kapal perang atau kapal induk AS yang akan merapat.
Namun kapal induk terbesar AS, USS Nimitz pernah berada di Hong Kong. Beberapa kapal perang AS mengawal Nimitz, antara lain USS Chosin, USS Sampson, USS Pinckney dan USS Rentz.
Kapal induk USS George Washington juga pernah berada di bekas jajahan Inggris itu. Sebuah carrier besar, USS Kitty Hawk, bermarkas di pangkalan AS di Jepang dan pernah berlayar ke Taiwan dan Hawai. [mdr]