inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Obama Hitam, Obama Putih [7]

"Ayahku Adalah Misteri"

Headline
Barrack Obama - istimewa
Oleh:
Jumat, 19 Maret 2010 | 00:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Hari itu tiba. Sebuah telegram dari Kenya mengabarkan bahwa Barrack Obama Senior akan ke Hawaii. Juga, Ann Dunham, mantan istri Obama Senior, sedang bersiap ke Hawaii dari Jakarta, Indonesia. Pertemuan pertama bagi Obama Junior di usia yang masih 11 tahun.

Suatu hari di tahun 1982. Obama Junior berada dalam kegembiraan dan kesulitan yang luar biasa untuk merangkai sosok ayah kandungnya. Sulit karena Obama Senior meninggalkan Sang Junior saat masih berusia dua tahun.

Obama Junior hanya merangkai sosok ayahnya dari cerita ke cerita. Kepada teman-temannya dia bercerita, bahwa ayahnya adalah kepala suku seperti yang orang-orang Indian di Amerika.

Tentu saja, Obama Junior juga meyakinkan bahwa dirinya adalah pangeran, yang jika mau, bisa mengambilalih kepemimpinan ayahnya di negri jauh bernama Kenya.

Tentu rangkaian itu pada akhirnya menjadi kebohongan belaka. Dan, memang hanya itulah yang bisa dirangkai Obama Junior pada usianya. Juga, pada keadaan di mana dia hampir setahun berada dalam strata dan kehidupan yang berbeda dari kawan-kawan sekolahnya di Hawaii.

Sang ibu, Ann Dunnham, datang lebih dulu. Tentu, bukan hal yang mudah juga bagi Obama Junior untuk merangkai kembali sosok ayahnya, meski dibantu sang ibu. Dalam dialog terputus antara ibu dan anak yang telah menjalani masa-masa perpisahan dan kondisi yang jarang terjadi pada orang lain, ibu-anak itu berusaha untuk bersiap menjadi satu keluarga lagi.

Meski, secara geografis dan administratif, mereka bukan lagi sebagai keluarga yang utuh.

Suatu hari, saat langit di Honolulu cerah dan burung-burung pipit beterbangan, pintu apartemen murah Stanley dan Toot diketuk. Saat dibuka, sosok lelaki dengan kulit hitam-tinggi-besar berdiri tegak. Toot berteriak:"Ayo, Barry... temui ayahmu!"

Barry adalah nama Obama Junior, yang sudah dipanggilkan sejak masih bayi. Di Jakarta, teman-teman Obama Junior memanggil Berri, karena huruf 'a' di Indonesia dibaca 'e'.

Detik-detik yang sulit digambarkan. Bagi Obama Junior, Ann Dunnham dan Obama Senior. Keluarga itu kembali utuh sebagai kesatuan, dan tetap terpisah secara administratif dan sejarah yang sulit dicerna oleh Obama Junior.

Kalimat yang diingat Obama Junior pada pertemuan pertama dengan ayahnya adalah:"Aku dengar dari nenekmu, kau sangat baik di sekolah. Kau tak perlu malu karena sudah berlaku baik. Aku bilang, saudara-saudaramu juga unggul di sekolah. Kupikir sudah mendarah daging."

Obama Junior melihat ayahnya sedikit berbeda dengan yang dibayangkan selama ini. Ayahnya lebih kurus. Tulang lututnya membentuk sudut tajam pada celana panjangnya. Sebuah tongkat kepala gading yang tumpul menjadi penopan jalannya. Jas warna biru, kaos putih dan syal merah. Kacamata dengan lingkaran besar seperti terompet. Saat dibuka, matanya terlihat kekuningan, mata seseorang yang terkena malaria lebih dari sekali. Ditambah, satu hal yang tak pernah bisa diungkap Obama Junior, bahwa ayahnya adalah misteri.

Bahkan, sebulan saat sang ayah berada di Hawaii bersama anak dan mantan istrinya, Obama masih banyak yang tak bisa dimengerti dari pembicaraan dan bahasa-bahasa orang dewasa itu. Bersama kakek-nenek, apartemen murah itu memang menjadi lebih ceria dan bersemangat. Meski, Obama Junior harus lebih banyak diam membisu, karena banyak hal yang tidak dia pahami.

Satu hal yang diakui Obama dari sang ayah. Bahwa, ayahnya, yang bercerita kini Obama punya lima saudara lagi di Kenya, adalah orang yang selalu bisa mempengaruhi orang. Setiap kali dia bicara, satu kakinya akan menumpu pada kaki lain. Tangannya yang besar merentang untuk mengarahkan atau membelokkan perhatian. Suaranya dalam dan penuh keyakinan.

Kakek Obama menjadi bersemangat. Neneknya yang sering diam, jadi lebih suka membahas tentang politik atau keuangan. Ibunya, jadi lebih pemalu. Obama makin meyakini, bahwa ayahnya memang misteri.[bersambung/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.