INILAH.COM, Jakarta - 12 politisi Partai Golkar tersandung masalah traveller cheque saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom pada 2004 lalu. Golkar pun mempertanyakan pengungkapan kasus ini kembali.
"Saya mempertanyakan kenapa baru muncul sekarang," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Rully Chaerul Azwar saat dihubungi wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/3).
Ia menyatakan, sebagai kader Golkar dirinya meminta kepada publik untuk tidak menilai buruk kepada 12 nama politisi Golkar tersebut yang terungkap dalam persidangan Tipikor. "Kita hargai proses hukum lah. Jangan anggap mereka bersalah. Karena ini kan baru tuduhan," imbuh Rully.
Partai Golkar, tutur dia, akan menyediakan bantuan hukum jika para kadernya tersebut membutuhkan. Karena secara struktural di Partai Golkar ada yang membidangi hal tersebut.
"Tapi sekali lagi mohon kepada masyarakat agar tidak memvonis sampai ada keputusan hukum tetap. Kasihan mereka beri kesempatan untuk pembelaan," tandas Rully. [mvi/jib]