INILAH.COM, Makassar - Unjukrasa yang terjadi di Makassar belakangan ini dikhawatirkan mempengaruhi pelaksanaan Muktamar NU pada 23-28 Maret mendatang. Karena itu, Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi meminta agar Makassar steril dari unjukrasa.
"Kami ini akan melakukan Muktamar jadi kami meminta agar selama melakukan acara ini agar terjadi ketenangan. Hormatilah Ulma-ulama yang berkumpul dari seluruh dunia ini," imbuhnya kepada wartawan di Makassar,
Kamis (18/3).
Karena itu, Muzadi menghimbau agar seluruh umat Islam di Makassar agar menjaga ketenangan. Ia juga bersedia secara pribadi untuk datang ke sentra-sentra tokoh di Makassar untuk meminta agar mereka membantu kelancaran pelaksanaan muktamar.
Muktamar kali ini, menurut mantan cawapres Megawati pada Pilpres 2004 lalu itu, akan dihadiri ulama-ulama se Indonesia dan juga ulama sedunia dari 50 negara. Tidak mengherankan jika acara tersebut dapat dijadikan sebagai perhelatan akbar.
Sehingga, sebagai penanggung jawab perhelatan muktamar ini, Muzadi mengharapkan agar warga masyarakat Makassar bisa menghormati ulama-ulama sedunia yang sedang berkumpul dalam muktamar dengan menjaga ketertiban dan suasana ketenangan.
"Kami harap tidak ada unjuk rasa selama muktamar ini berlangsung. Boleh unjuk rasa lagi setelah muktamar usai," ujar Muzadi yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar ini.
Menurutnya, jelang Muktamar Nu ke 32 ini dirinya sengaja datang ke Makassar untuk menemui tokoh-tokoh sentral di Makassar untuk meminta agar ikut memberikan ketenangan perhelatan Muktamar. "Ketenangan ini yang kadang-kadang dirobek oleh kedatangan menteri-menteri yang tidak disukai oleh orang atau kelompok tertentu dengan cara berunjuk rasa," tandas Muzadi. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !