inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Buang' Misbhakun, PKS Amankan Citra

Headline
Tifatul Sembiring - inilah.com
Oleh: Irvan Ali Fauzi
Jumat, 19 Maret 2010 | 08:50 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring yang meminta segera menindaklanjuti kasus L/C fiktif Century milik anggota Pansus dari Fraksi PKS Mukhamad Misbakhun dinilai sebagai cara untuk menyelamatkan citra Partai Keadilan Sejahtera.

"Apa yang dilakukan Tifatul adalah upaya untuk mengamankan pemilih PKS yang umumnya relatif berpendidikan tinggi, evaluatif, dan melek media," ujar pengamat politik Charta Politika Arya Fernandes kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (19/3).

Menurut Arya, pernyataan Tifatul, yang juga menjabat Menteri Komunikasi danInformasi ini adalah untuk menyelamatkan PKS sendiri. Yakni sebagai partai yang selam ini dikenal sebagai partai yang bersih.

"PKS hendak menyelamatkan citra politiknya sebagai partai yang bersih dan peduli. PKS sadar, branding PKS sebagai partai yang bersih dan anti-korupsi berhasil membuat partai ini bertahan dari pemilu 1999, 2004 dan 2009," imbuh Arya.

Ia menilai kasus Misbakhun ini adalah ancaman terhadap citra bersih yang dimiliki PKS. Apalagi, "bila L/C fiktif Misbakun ditengarai dimanfaatkan untuk dana kampanye PKS," cetusnya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
4 Komentar
DODOL @ Jumat, 19 Maret 2010 | 15:46 WIB
Sebenarnya yang jadi pertanyaan adalah mengapa anggota PKS yang ada di Pansus (Mahfud, Fahri, Andi Rahmat) seolah membiarkan dan menutupi kasus L/C nya Misbakhun. Adalah hal yang tidak mungkin, ketiganya tidak tahu bahwa L/C Misbakhun itu fiktif, melihat betapa mereka memiliki kemampuan untuk mengakses segala informasi, sehingga informasi2 yang mereka miliki selalu u.p.d.a.t.e dibanding yang lain. Apa ketiganya sengaja buying time, dengan harapan media tidak akan mengetahuinya. Seandainya jika ketiganya jujur, maka sikap mereka yg ngotot untuk minta Boediono dan SMI mundur, masih punya pijakan moral. Tapi sekarang, setelah Polri dan Media mengetahui dengan jelasnya betapa fiktifnya L/C tersebut, maka sikap PKS terhadap Century, menjadi tanda tanya besar, apa sebenarnya yang mereka cari. Kebenaran ?? Yang terjadi justru kebenaran atas kebohongan L/C Misbakhun yang mereka tutupi.
Rudy @ Jumat, 19 Maret 2010 | 14:08 WIB
serba sulit memang... jika dibela katanya membela koruptor, "tidak dibela" (menyerahkan pada proses hukum yg adil & transparan) dibilang menyelamatkan citralah, habis manis sepah dibuanglah. susah memang yah. ya sudahlah serahkan saja sama Alloh yang Maha Tahu.
albino jaktim @ Jumat, 19 Maret 2010 | 11:06 WIB
Misbakhun adalah pengusahayg dekat dgn komunitas PKS di dapil ygtidak terlalu diunggulkan. Makanya bukan pengurus partai di cabang itu yg dicalonkan agar dana partai tidak terkuras untuk kampanye. Tapi Misbakhun sanggup kampanye mandiri dan menangmewakili PKS.Setelah menjadi aleg PKS dia berhak mendapat pembelaan hukum dari partai, walau bukan pembelaan atas kesalahan (kalau terbukti melakukan). Sikap PKS sudah betul untuk menyerahkan kebenaran pada fakta hukum termasuk bagi seluruh anggota partai. Sebagaimana Rasulullah akan memotong tangan putrinya sendiri kalo terbukti mencuri. Masalah citra partai itu urusan masing-masing orang menilai dan bagaimana keberpihakan politiknya.PKS lebih peduli bagaimana citra pengurus partai dihadapan Allah SWT.Dan itu gak perlu komentar pengamat politik manapun.
satria @ Jumat, 19 Maret 2010 | 10:21 WIB
Di Indonesia ini, apapun yg dilakukan parpol pasti akan selalu dinilai negatif oleh pengamat+media... Coba aja kalo PKS bela misbakhun, pasti beritanya : PKS partai opurtunis pembela koruptor...Jadi, semua ingin cari sensasi aja, apalagi para pengamatnya...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.