inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Lelang SBI Berubah tak Pengaruhi Saluran Kredit

Headline
Fauzi Ichsan - inilah.com
Oleh: Rosdianah Dewi
Jumat, 19 Maret 2010 | 07:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Perubahan lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi satu bulan sekali, tetap tidak akan banyak berpengaruh pada penyaluran kredit di bidang sektor riil.

"Tidak akan signifikan pengaruhnya pada penyaluran kredit di sektor riil", ujar Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered, Fauzi Ichsan kepada INILAH.COM, Jumat (19/3).

Ia mengatakan, yang dapat mendorong pertumbuhan kredit pada sektor riil adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik akan mengurangi kekhawatiran perbankan terhadap kredit macet.

Menurut Fauzi, meski dilelang hanya sekali dalam perbulannya, industri perbankan tetap akan melirik SBI. Bank akan mmenyalurkan dananya pada secondary SBI.

Lebih lanjut, Fauzi mengatakan, perpanjangan waktu lelang SBI akan memberikan dampak positif kepada BI. Pasalnya BI tidak terlalu sering direpotkan mengatur neraca.

"Dengan SBI yang dilelang 1 bulan maka BI mempunyai waktu yang lebih lama mengatur neraca", jelasnya.

Seperti yang diketahui, Bank Indonesia akan memperpanjang profil jatuh waktu Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan melakukan lelang yang semula mingguan menjadi bulanan. Perubahan tersebut diharapkan dapat mendorong bank mengelola likuiditasnya dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Selain melakukan perubahan, BI juga akan memprioritaskan penyerapan ekses likuiditas rupiah untuk SBI jangka 3 bulan dan 6 bulan. Adapun penyerapan ekses likuiditas yang mengutamakan SBI 3 dan 6 bulan, sambungnya, diharapkan dapat mendorong berkembangnya transaksi di pasar uang dan pelaksanaan operasi moneter yang lebih efektif.

Perpanjangan profil jatuh waktu SBI diharapkan dapat meningkatkan pendalaman pasar keuangan dan meningkatkan efektifitas operasi moneter. Pertimbangan penyempurnaan operasi moneter tersebut, dilatarbelakangi oleh ekses likuiditas di pasar uang yang ditempatkan di SBI dengan profil jatuh waktu yang terlalu singkat.

Pada sisi investor selalu memperpanjang kembali, sehingga tidak mendorong berkembangnya transaksi di pasar uang. Hal ini terlihat dari volume transaksi di pasar uang yang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah likuiditas yang tersedia. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.