INILAH.COM, Jakarta - Perubahan lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi satu bulan sekali, tetap tidak akan banyak berpengaruh pada penyaluran kredit di bidang sektor riil.
"Tidak akan signifikan pengaruhnya pada penyaluran kredit di sektor riil", ujar Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered, Fauzi Ichsan kepada INILAH.COM, Jumat (19/3).
Ia mengatakan, yang dapat mendorong pertumbuhan kredit pada sektor riil adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik akan mengurangi kekhawatiran perbankan terhadap kredit macet.
Menurut Fauzi, meski dilelang hanya sekali dalam perbulannya, industri perbankan tetap akan melirik SBI. Bank akan mmenyalurkan dananya pada secondary SBI.
Lebih lanjut, Fauzi mengatakan, perpanjangan waktu lelang SBI akan memberikan dampak positif kepada BI. Pasalnya BI tidak terlalu sering direpotkan mengatur neraca.
"Dengan SBI yang dilelang 1 bulan maka BI mempunyai waktu yang lebih lama mengatur neraca", jelasnya.
Seperti yang diketahui, Bank Indonesia akan memperpanjang profil jatuh waktu Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan melakukan lelang yang semula mingguan menjadi bulanan. Perubahan tersebut diharapkan dapat mendorong bank mengelola likuiditasnya dalam rentang waktu yang lebih panjang.
Selain melakukan perubahan, BI juga akan memprioritaskan penyerapan ekses likuiditas rupiah untuk SBI jangka 3 bulan dan 6 bulan. Adapun penyerapan ekses likuiditas yang mengutamakan SBI 3 dan 6 bulan, sambungnya, diharapkan dapat mendorong berkembangnya transaksi di pasar uang dan pelaksanaan operasi moneter yang lebih efektif.
Perpanjangan profil jatuh waktu SBI diharapkan dapat meningkatkan pendalaman pasar keuangan dan meningkatkan efektifitas operasi moneter. Pertimbangan penyempurnaan operasi moneter tersebut, dilatarbelakangi oleh ekses likuiditas di pasar uang yang ditempatkan di SBI dengan profil jatuh waktu yang terlalu singkat.
Pada sisi investor selalu memperpanjang kembali, sehingga tidak mendorong berkembangnya transaksi di pasar uang. Hal ini terlihat dari volume transaksi di pasar uang yang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah likuiditas yang tersedia. [san/cms]