INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah mengaku telah menyiapkan beberapa skenario untuk menyelesaikan proyek Gas Donggi Senoro yang terkatung-katung nasibnya.
"Sudah ada beberapa skenarionya. Skenario yang terbaik sudah ada", ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, usai Rakor mengenai Migas, di Gedung Kementrian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/3) malam.
Namun, Hatta menegaskan pemerintah belum memutuskan skenario mana yang akan dipilih. Pasalnya hal tersebut membutuhkan pembicaraan yang lebih mendalam. Hatta berjanji dalam waktu dekat pembahasan tersebut akan selesai dan proyek Donggi Senoro dapat dijalankan.
Menurut Hatta, lamanya pembahasan proyek Donggi Senoro, karena pemerintah harus melakukan studi mendalam. Langkah tersebut diambil agar proyek Donggi Senoro membawa banyak manfat bagi Indonesia.
"Kita harus melakukan studi,studinya harus komprehensif betul. Kalaupun itu kita sepakati, dari 2014 itu baru bisa memenuhi pasokan, jadi harus digodok dulu, dibangun dulu industri plannya", tukas Hatta.
Seperti yang diktahui, Pemerintah sendiri sebelumnya menargetkan bisa memutuskan proyek ini pada Februari. Proyek Donggi Senoro menjadi tak pasti karena ada perubahan alokasi gas dari semula untuk ekspor menjadi domestik. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Departemen ESDM kemudian memfasilitasi kesepakatan jual beli gas dari lapangan yang terletak di Sulawesi Tengah tersebut.
Hingga saat ini sudah ada tiga perusahaan nasional yang sudah menyatakan minatnya untuk menyerap 211 MMSCFD dari lapangan itu. Rencananya, Pupuk Sriwijaya akan membeli 91 MMSCFD, PLN sekitar 50 MMSCFD dan Panca Amara Utama sebanyak 70 MMSCFD. Sementara proyek Donggi-Senoro dirancang untuk dapat memproduksi gas sebanyak 335 MMSCFD. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !