INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (19/3) Rupiah dibuka pada kisaran 9.135 atau melemah 5 poin dibandingkan pembukaan kemarin di kisaran 9.130.
Senior Ekonom Bank Mandiri Moch.Doddy mengatakan, pelemahan rupiah karena aksi profit taking. Rupiah berada di kisaran 9.150 merupakan level yang membuat rupiah sulit bergerak. Selain itu, Bank Indonesia akan melakukan intervensi agar rupiah tidak terlalu menguat. "Rupiah pagi melemah karena aksi profit taking karena kemarin momentum penguatan sudah besar," kata Doddy saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (19/3).
Ia menambahkan, pelaku pasar memegang dolar AS meski yield rendah karena ketidakpastian di Eropa. Seperti diketahui menteri keuangan Eropa akan melakukan pertemuan pada awal April 2010. Selain itu, negara di Eropa akan membentuk lembaga seperti IMF. Hal ini membuat ketidakpastian di pasar global. Doddy meramal, rupiah berada di kisaran 9.100-9.150. "Pelaku pasar mulai memegang dolar AS sehingga turut mempengaruhi rupiah," ujar Doddy.
Hal senada diungkapkan oleh pengamat valas PT Harvest Future International Tony Mariano. Ia mengatakan, rupiah pagi melemah karena aksi profit taking. Tony meramal, rupiah berada di kisaran 9.100-9.150 pada Jumat (19/3).[cms] [[indosat]]