INILAH.COM, Jakarta - IHSG Jumat (19/3) ini diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 2.700-2.779.
IHSG mencoba menguat pada awal perdagangan,
namun tekanan jual setelah reli membuat IHSG
kembali tertekan meskipun volume perdagangan
berhasil kembali di atas rata-rata 20 harinya. IHSG masih akan mencoba untuk mencapai target dari penembusan trading range di kisaran 2.800-2.812.
Rekor tertinggi IHSG berada di level 2.838 pada Januari 2008. Dari regional, DJIA kembali bergerak flat to positif ditutup di 10,779 (0,4%) didukung oleh sentimen dari
angka klaim pengangguran yang kembali turun dalam 4 pekan menjadi Rp457 ribu.
Data ekonomi yang menunjukkan perbaikan membuat spekulasi The Fed akan kembali menaikkan discount rate dari level saat
ini di 0,75. Sebelum dinaikkannya jumlah pinjaman mencapai US$14,1m dan pada pekan lalu turun mencapai US$13,8 miliar.
Selain itu, rencana Yunani untuk meminta bantuan IMF jika tidak mendapat kepastian
dari Eropa membuat bursa cenderung berfluktuasi. Sentimen yang cenderung positif diharapkan mampu menopang bursa, namun stochastic yang sudah memasuki area jenuh beli membuka peluang aksi ambil untung jangka pendek. "Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 2.700-2.779," ujar Trimegah Securities dalam ulasan risetnya, Jumat (19/3). [cms] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !