INILAH.COM, Jakarta - Hari terakhir perdagangan bursa pekan ini, dibuka melemah 0,86 poin (0,03%) ke 2.736,38.
Pelemahan yang terjadi diiringi oleh 2 saham naik, 2 saham turun, dan 13 saham stagnan. Untuk nilai transaksi perdagangan hanya sebesar Rp7,66 miliar dengan volume 6.968.000.
Indeks JII dan LQ45 pun mengikuti IHSG, masing-masing turun 0,99 poin ke 436,52 dan 0,22 poin ke 534,69. Secara sektoral, pada menit pertama pembukaan sektor keuangan, infrastruktur, pertambangan dan properti. Sementara sisanya stagnan.
Menurut analis PT Citi Pacific Sekuritas Hendri Efendi, IHSG masih akan mengalami konsolidasi selama belum menembus level tertinggi yang telah tercatat beberapa hari terakhir.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan antara lain, saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 600 ke 37.350, saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik 125 ke 4.200, saham Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik 100 ke 14.100, saham Semen Gresik (SMGR) naik 100 ke 7.750, saham Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 50 ke 16.300, saham Ancora Indonesia Resources (OKAS) naik 35 ke 360, dan saham International Nickel Indonesia (INCO) naik 25 ke 4.250.
Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain, saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun 150 ke 8.200, saham Bank Mandiri (BMRI) turun 100 ke 5.100, saham Bank Danamon (BDMN) turun 100 ke 5.300, saham Bank Central Asia (BBCA) turun 100 ke 5.350, saham Bumi Resources (BUMI) turun 50 ke 2.525, dan saham PP London Sumatra Indonesia (LSIP) turun 50 ke 9.150. [mre/cms] [[indosat]]