INILAH.COM, Hong Kong - Pasar saham Asia Jumat (19/3) berbalik arah menjadi mixed karena kinerja ekonomi global yang berfluktuatif seperti ketidakpastian atas utang Yunani terhadap investor.
Mengutip AP, beberapa pasar sedikit berubah, sementara harga minyak merosot di bawah US$82 per barel dan dolar naik terhadap yen dan melemah terhadap euro. Investor gugup di malam hari melihat tanda-tanda baru keraguan Eropa akibat perselisihan yang menghambat resolusi yang lebih cepat dalam mengatasi krisis fiskal di Yunani.
Pekan ini, Yunani mengatakan akan berpaling untuk meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional jika para pemimpin Eropa tidak setuju dengan rencana bailout pekan depan.
Pasar sudah mengalami aksi jual dalam beberapa bulan terakhir di tengah kekhawatiran utang Yunani. Di Jepang, rata-rata saham Nikkei 225 jatuh 71,49 poin atau 0,7 persen ke level 10.815,52. Hang Seng Hong Kong turun 53 poin atau 0,3 persen ke level 21.277,67, dan Kospi Korea Selatan naik 5,98 poin atau 0,4 persen ke level 1.681,15. Di tempat lain, Shanghai mereda 0,4 persen, indeks Australia naik 0,1 persen dan Taiwan turun 0,3 persen.
Harga minyak Asia turun 35 sen ke US$81,85 per barel. Untuk kontrak yang sama kemarin juga turun 73 sen. Dalam mata uang, dolar menguat menjadi 90,43 dari 90,35 , sedang euro menguat menjadi US$1,3620 dari US$1,3603. [cms] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !