INILAH.COM, Bekasi - Wakil Presiden RI Boediono diprotes seorang warga Bekasi, Sutejo, soal menjamurnya supermarket dan minimarket, yang dinilai melemahkan usaha toko tradisional masyarakat Bekasi.
Namun Boediono tak sependapat jika pembatasan jam operasional pasar modern dibatasi, seperti di negara lain. "Situasinya berbeda, jumlah penduduk juga berbeda jadi caranya tidak harus sama dengan Australia," kata Boediono, di Bekasi, Jumat (19/3).
Pernyataan Boediono itu menjawab pertanyaan Sutejo, yang membandingkan jam operasi pasar modern di Indonesia dengan Australia, dalam dialog dengan masyarakat Bekasi penerima Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.
"Saya pernah mendampingi anak saya yang kuliah di Australia, di sana supermarket harus tutup jam 5 sore. Di sini kalau malam minggu Giant, Indomart, bisa buka sampai 24 jam. Kita sebagai pengusaha kecil tidak ada kesempatan untuk berusaha," ujar Sutejo.
Selain itu, Sutejo juga mengeluhkan jumlah pasar modern yang terus menjamur. Jumlah pasar modern dalam satu wilayah menurutnya tidak ada pengaturan yang jelas.
Namun, menurut Boediono, jumlah pasar modern tidak bisa dibatasi jam operasionalnya. "Kondisi dan aturan setiap negara berbeda-beda. Pemerintah daerah yang harus melakukan zonasi yang bagus," ujarnya.
Lebih lanjut Boediono mengharapkan, pengembangan UKM bisa bersinergi dan memanfaatkan pasar modern sebagai tempat berjualan. Pasar modern juga mempunyai alur distribusi yang panjang dan terkait dengan aktivitas usaha kecil di Indonesia, termasuk petani. [bar]