INILAH.COM, Jakarta- Dokumen pengadilan menyangkut sengketa miliaran dolar antara Viacom dan Google menunjukkan eksekutif YouTube menampilkan video curian untuk mendongkrak situs itu.
Tapi sebaliknya Viacom juga menjadi target, karena Googe membalas raksasa perusahaan hiburan AS tersebut menaruh sendiri konten mereka di YouTube dan bahkan berencana akan membeli perusahaan itu.
Upaya Viacom untuk menyembunyikan tindakan promosi mereka dalam menggunakan YouTube berjalan dengan baik, bahkan karyawannya sendiri tidak bisa mengawasi semua yang diposting di situs YouTube, ujar kepala penasehat YouTube, Zahavah Levine.
Ketika Viacom melakukan tindakan itu, tidak ada cara bagi YouTube untuk mengetahui secara keseluruhan bagian mana saja dari konten Viacom yang diperbolehkan atau tidak untuk dipublikasikan.
Viacom menanggapi hal tersebut dengan mengatakan dokumen yang dipublikasikan oleh pengadilan distrik federal di negara bagian New York menunjukkan bukti yang mendukung tuduhan bahwa YouTube disengaja sebagai surga bagi pelanggaran hak cipta secara besar-besaran.
Bukti yang dikutip dalam dokumen hukum termasuk email internal YouTube yang menunjukkan pendiri dan eksekutif website video-sharing itu tahu, konten yang ditampilkan di layanan tersebut merupakan materi yang memiliki hak cipta.
"Jawed, tolong berhenti menempatkan video curian di situs," ujar Steve Chen mengutip pernyataaan yang ditujukan kepada pendiri YouTube, Jawed Karim, melalui email pada bulan Juli 2005.
Pengacara Viacom berpendapat setelah YouTube diluncurkan, strategi untuk mencapai pertumbuhan adalah dengan cara apapun sehingga bisa menjadi sasaran akuisisi
YouTube yang saat itu berumur satu tahun menjadi sensasi di dunia internet, ketika Google membelinya sebesar US$1,65 miliar (Rp 14,9 triliun) melalui transaksi saham pada tahun 2006.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !