INILAH.COM, Jakarta- Bank maupun perusahaan finansial lain di Inggris diminta untuk merekam pembicaraan pialang melalui ponsel, sebagai bagian dari operasi terhadap insider dealing, regulator keuangan Inggris menyatakan.
The Financial Services Authority menginginkan agar perusahaan merekam segala bentuk komunikasi yang relevan dari para pegawai yang melakukan panggilan bisnis baik melalui ponsel maupun perangkat komunikasi elektronik lainnya.
Langkah tersebut akan mencakup sekitar 16.000 telepon dan akan menyebabkan biaya pada industri sekitar 11 juta pound (Rp152,1 miliar) untuk menyiapkan, dan sekitar 18 juta pound per tahun untuk memelihara, ujar FSA dalam laporan konsultasi mereka.
FSA telah meminta perusahaan agar merekam percakapan panggilan melalui fixed-line tahun lalu. Ponsel tidak termasuk di aturan ini, namun regulator mengatakan bahwa perubahan teknologi telah memungkinkan untuk memasukkan ponsel ke dalam aturan tersebut.
Rancangan aturan ini meliputi percakapan suara dan komunikasi elektronik lainnya yang melibatkan penerimaan perintah dari klien dan negosiasi, menyetujui dan mengatur transaksi dalam ekuitas, obligasi dan pasar derivatif.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !