INILAH.COM, Jakarta - Dua kelompok pengunjuk rasa yang berseberangan paham bertemu di Bundaran HI, Jumat (19/3). Yang satu mendukung Obama, yang lain menolak.
Pertama, demonstran yang terdiri sekitar 50 orang. Mereka adalah kelompok yang menolak kedatangan Obama ke Indonesia. Kelompok ini berasal dari Komite Aksi untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) dan Komunitas Bawah Tanah (Kombat).
Kelompok kedua, 10 pengunjuk rasa yang mendukung kedatangan Obama ke Indonesia. Kelompok ini berasal Jamkena Center, sebuah perusahaan yang ada di Malang.
Akan tetapi, untuk menghindari bentrokan sesama pengunjuk rasa, Jamkena Center memilih untuk mengalah.
Kami memilih mengalah, takut bentrok. Nanti repot, kata Koordinator Jamkena Center Maulana kepada wartawan sambil mengatakan bahwa kedatangan mereka untuk memberi dukungan pada Obama.
Sedangkan Koordinator Aksi dari Kamerad Choir Syarifuddin menegaskan bahwa kedatangan Obama bukanlah seperti kedatangan nabi yang membawa obor suci dan perdamaian.
Dari itu, dia mengingatkan Pemerintahan SBY-Boediono dalam menjalin kerjasama dengan Amerika Serikat, tidak boleh mengancurkan harga diri bangsa.
Tapi kita tetap mengingatkan kepada pemerintah untuk tetap menjalin dialog peradaban, tanpa menghancurkn harga diri dan menjual aset bangsa terhadap asing, tegasnya.[*/ims]