INILAH.COM, Jakarta - Organisasi Nahdlatul Ulama diminta jangan dibenturkan kepada politik praktis, menjelang Muktamar ke-32 di Makassar 22-27 Maret mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi PKB Marwan Ja'far dalam launching bukunya "Ahlussunnah Wal Jamaah" di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/3). "NU jangan sampai dibenturkan dengan politik praktis harusnya ada pembagian yang jelas. NU politiknya jelas kebangsaan," ujar Marwan.
Marwan mengatakan, kalau sekarang NU telah melenceng arahnya ke segala arah. Malah mengurusi masalah dari mulai pilkada, pilgub hingga masalah pilpres. "Makin degradasi," katanya.
Untuk itu, agar tidak melenceng, para ulama harus terus mengawal NU kembali ke jalannya yaitu kebangsaan. Pemain-pemain yang ada di NU sebaiknya menurut Marwan juga harus menahan diri untuk tidak memasukkan NU dalam politik.
"Sakralitas harus jelas dan harus ada pembagian yang jelas juga," pungkasnya. [mut]