inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC

Headline
inilah.com
Oleh: Makarius Paru
Jumat, 19 Maret 2010 | 16:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan memperbanyak pembelian (impor) crude oil (minyak) dari National Oil Company (NOC) ketimbang dari pasar bebas atau trader.

"Putusan Dewan Komisaris adalah Pertamina diupayakan melakukan pembelian minyak mentah dari NOC (National Oil Company) atau produsen secara langsung atau melalui trader yang memang ditunjuk oleh NOC," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina, Toharso di Jakarta, Jumat (19/3).

Toharso melanjutkan Dewan Komisaris telah memutuskan untuk meminta Pertamina perbanyak pembelian minyak dari NOC. Namun rata-rata NOC yang ada di dunia masing-masing memiliki tradernya. "Kalaupun Pertamina mengharapkan Pertamina memperbanyak pembelian minyak dari NOC, tetapi Pertamina tentunya juga memperhatikan peraturan NOC tersebut," tukasnya.

Menurutnya, impor minyak yang dilakukan Pertamina melalui Petral dari Socar trader adalah bagian dari pendekatan NOC. Petral selaku perpanjangan tangan Pertamina mengupayakan minyak langsung dari NOC Azerbaijan, Socar (State Oil Company of Azerbaijan Republic). Selanjutnya, NOC Azerbaijan mempercayakan tradernya yaitu Socar. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.