INILAH.COM, Jakarta - Pencalonan KH Hasyim Muzadi sebagai Rois Am NU mendapat penolakan. Sebab, selama menjadi Ketua Umum PBNU, Hasyim dinilai membawa NU dalam politik praktis.
Penolakan atas Hasyim dilakukan Kaum Muda NU dengan berdemo di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Jumat (19/3).
Para pemuda yang mengenakan baju koko putih ini berjumlah sekitar 100 orang berusaha masuk ke dalam halaman Gedung PBNU, namun dihalau satpam. Akhirnya massa menggelar demo di depan gerbang PBNU dengan membawa bendera NU.
Koordinator demo, Anas Syarifudin menyatakan, Hasyim telah membawa NU masuk ke dalam politik praktis. Hal ini menurunkan kepercayaan dari warganya. "Kami dari kaum muda minta agar Hasyim tidak dicalonkan lagi menjadi Rois Am NU yang akan datang demi kejayaan NU di masa depan," kata Anas.
Anas menyatakan, keterlibatan NU dalam politik praktis merupakan sandungan dan pengingkaran dari muktamar NU pada tahun 1984. Agenda muktamar tidak layak dicampuri politik.
Anas juga mengatakan, selama kepemimpinan Hasyim Muzadi, NU lebih terlihat dalam politik yang sangat praktis dan pragmatis. "Ini ditakutkan akan menurunkan kepercayaan warga terhadap organisasi Islam terbesar ini," ujarnya.
Sempat terjadi aksi dorong-dorong pagar, dan terjadi ketegangan antara massa dengan salah seorang dari dalam gedung yang sempat memarahi massa. Tak terima, massa pun mencaci maki pria yang mengenakan baju koko dan peci tersebut. Tidak jelas apa maksud dari pria yang identitasnya tidak diketahui. "Hati-hati provokasi," teriak massa. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !