INILAH.COM, Jakarta - Gaun malam kain tradisional menjadi busana wajib 'Panasonic Gobel Awards 2010'. Semua artis dan tamu yang hadir harus menggunakan gaun bertema 'Indonesia Unite'.
"Tema busana tetap pakaian petang mewah, namun bahan-bahan yang digunakan adalah bahan secara global, sepeti ulos, songket, dan batik," ungkap perancang busana Carmanita, dalam konferensi pers Panasonic Gobel Awards 2010, di Jakarta, Kamis.
Budaya tradisional, kata Carmanita, bukan hanya yang berbentuk tari-tarian, melainkan juga kain tradisional. Bahan kain tradisional ini nantinya akan dibentuk sebagai gaun malam pada umumnya yang berciri khas mewah.
"Jadi, nanti masing-masing desiner akan menciptakan busana paling unik yang tentunya cocok dipakai oleh tiap artis di Panasonic," tutur Carmanita.
Ia menegaskan, malam penghargaan nanti pun, seluruh busana yang digunakan disesuaikan tema modern nusantara dengan sentuhan emas. Tema ini juga menjadi dress code untuk seluruh undangan yang hadir.
Menurut Ketua Panitia Panasonic Gobel Awards 2010 Rinaldi Sjarif, berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini panitia melibatkan Carmanita dan Ghea Sukasah sebagai desainer yang akan mengomentari busana-busana yang akan dikenakan para artis dan undangan di karpet merah.
"Kami selaku panitia sudah percaya dengan kemampuan Carmanita. Dia sudah sangat ahli tentang busana, apalagi batik," tutur Rinaldi.
Beberapa perancang lain yang ikut serta, kata Rinaldi, di antaranya Deden Siswanto, Merdi Sihombing, Didit Prabowo, Ramli, dan beberapa desainer muda.
Semua perancang mengusung tema busana yang dibuat dari kain tradisional, mengikuti tema Panasonic Gobel Awards 2010, yakni Indonesia Unite.
Menurut Rinaldi, tema ini dipilih untuk mengangkat semangat kebersamaan dan gotong royong di antara berbagai elemen bangsa untuk saling membantu dan menunjukkan kepedulian kepada sesama demi kemajuan bangsa dan negara.
"Ikatan bangsa Indonesia sangat kuat. Televisi menjadi salah satu faktor pemerkuat bangsa, lepas dari pro dan kontra tentang fungsi televisi," tutur Rinaldi.
Bagaimana pun, kata Rinaldi, persaingan yang terjadi di 11 stasiun televisi nasional, diperlukan juga kesatuan karena televisi merupakan industri kreatif. [*/aji]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !