INILAH.COM, Jakarta - Bekas legislator asal PDIP, Max Moein mengakui menerima cek perjalanan senilai Rp500 juta. Uang itu pun dikatakannya habis untuk biaya kampanye calon Pilpres Megawati Soekarno Putri untuk periode 2004-2009.
"Semua saya belanjakan untuk kepentingan kampanye Ibu Mega di dapil saya di Kalimantan Barat. Waktu ibu datang ke Pontianak, saya keluarkan Rp100 juta untuk biaya panggung dan lainnya," ujar Max ketika bersaksi di sidang Dudhie Makmun Murod di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (19/3).
Selain itu, lanjutnya, sebesar Rp100 juta pun dikeluarkan untuk biaya ketika Kwik Kian Gie datang untuk berbicara di depan komunitas pengusaha Tionghoa.
Max sendiri baru tahu belakangan setelah kasus itu mencuat kalau ternyata uang tersebut diberikan berkaitan dengan pemilihan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) BI 2004 silam. Ketika uang diterima, Max menduga uang itu adalah bantuan partai untuk kampanye Megawati Soekarnoputri.
"Saya yakin uang itu untuk kepentingan partai. Karena saat itu menjelang kampanye dan kami dapat tugas dari partai untuk kemenangan Ibu Mega di dapil masing-masing. Itu yang menjadi konsentrasi kami," terangnya.
Max sendiri mengaku menerima cek itu di ruang rapat Komisi IX DPR RI dari seseorang yang belakangan dia ketahui sebagai orang suruhan Dudhie Makmun Murod.
Terhadap keterangan itu, Dudhie menyatakan keberatan. "Uang itu diambil langsung Pak Max Moein di ruangan Pak Emir Moeis," jawabnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !