INILAH.COM, Jakata - Tercatatnya sejumlah santri pondok pesantren sebagai anggota jaringan teroris di dalam negeri, mengesankan ponpes sebagai sarang pembibitan teroris. Hal itu tegas dibantah Menteri Agama Suryadharma Ali.
"Mereka (teroris) mendekati para santri, jadi jangan salah, bukan pondok pesantren menyuplai teroris," tegasnya disela-sela mendampingi Kunjungan Kerja Wakil Presiden Boediono di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/3).
Tak hanya mendekati santri pondok pesantren, tutur SDA, panggilan akrab Suryadharma Ali, teroris juga mencari kesempatan dalam ruang sel untuk mendekati tahanan lain dan kemudian direkrut menjadi sumber daya teroris.
Ia berharap agar para pimpinan dan pengasuh pondok pessantren mampu membimbing santrinya dan menjaga nama baik pondok pesantrennya dari pengaruh yang tidak baik. Pondok pesantren, masih kata Ketua Umum PPP ini, tidak perlu dikhawatirkan sebagai sarang teroris, karena pemahaman ilmu agama yang diajarkan berbeda dengan pemahaman ilmu agama ala teroris.
Pondok pesantren umumnya mengajarkan bermacam mazhab (pandangan ulama), sehingga toleransinya terhadap perbedaan nilai-nilai agama tinggi ."Tapi yang tipe teroris, mereka tidak toleran dengan pandangan yan berbeda-beda. Kadang dilihat dari sisi shalat berjamaah saja, mereka tidak mau berjamaah dengan yang lain pemahaman," tandas SDA. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !