INILAH.COM, Paris - Badan tertinggi olahraga otomotif dunia, FIA, akhirnya mengizinkan Renault melakukan pengembangan mesin, meski sebenarnya saat ini masih berlaku masa pembekuan pengembangan mesin.
Saat ini hingga tahun 2013 nanti, FIA tidak mengizinkan kedua penyedia mesin, Renault dan Mercedes, untuk melakukan pengembangan. Namun hal ini menimbulkan masalah karena mesin Mercedes terbukti lebih handal, membuat tim yang menggunakan mesin Renault mengajukan pergantian mesin ke Mercedes.
Salah satu yang paling keras menyuarakan kritikan ini adalah tim Red Bull Racing, pengguna mesin Renault, yang mengeluhkan perbedaan performa diantara kedua mesin.
Prinsipal tim Red Bull, Christian Horner, mengatakan, Masalahnya jika Anda tetap memberlakukan pembekuan, maka satu tim akan selalu lebih unggul dari tim yang lain.
Mesin seharusnya tidak menjadi penentu, karena itu diharapkan FIA bisa memberikan solusi terhadap kesenjangan yang ada saat ini, lanjutnya.
Menurut Autosport, FIA bersikukuh pada penolakan penyetaraan mesin karena tak memiliki cukup bukti yang menunjukkan perbedaan signifikan diantara keduanya.
Sebagai jalan keluar, Renault setuju untuk tidak melakukan pengembangan performa mesin, namun berharap mendapat izin untuk pengembangan berdasarkan pertimbangan nilai ekonomis dan ketahanan. Hal ini akhirnya disetujui FIA.
Tetapi satu permintaan Renault, yakni peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar, ditolak karena ini murni untuk meningkatkan performa mesin.
Tim prinsipal Renault, Eric Boullier, berkomentar, Seperti semua pabrikan di sini, kami diperkenankan memodifikasi mesin kami dan membuatnya lebih cocok dengan sasis yang kami gunakan.
Jadi saya rasa, mengenai permintaan yang kami ajukan, beberapa diantaranya memang riskan (berpengaruh terhadap performa mesin), jadi tidak disetujui FIA, tetapi mayoritas diantaranya sudah disetujui, terangnya.[boy]