inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

NU Diminta Tak Bahas PKB di Muktamar

Headline
istimewa
Oleh:
Sabtu, 20 Maret 2010 | 03:10 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sekelompok orang yang menamakan diri Forum Penyelamat Nahdlatul Ulama (FPNU) meminta pada muktamar NU tidak membahas persoalan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"PKB itu sudah dewasa dan bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri. NU tidak perlu repot mengurus politik praktis karena NU bukan PKB dan PKB bukan NU," kata Koordinator FPNU Yusuf Hamdani, Jakarta, Jumat (19/3).

Ia mengatakan, NU harus lebih mempertegas aktualisasi khittah dan tidak terjebak pada politik praktis, seperti mengurusi PKB. Selain itu, menurut Yusuf, masih banyak persoalan yang lebih penting yang perlu diurus NU. Yakni, mulai dari menggairahkan kembali ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah hingga pemberdayaan umat.

Ke depan, ia melanjutkan, NU juga harus lebih memerhatikan pesantren, terlebih dalam satu dekade ini pesantren menjadi 'tertuduh' atas aksi-aksi terorisme yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Islam.

Politik yang harus dijalani NU, Yusuf menyarankan, adalah politik etik dan politik normatik, bukan politik praktis. "PBNU seharusnya mengkoordinir dan mengawal proses politik melalui lajnah siyasiyah atau biro politik yang dibentuk agar politik etik dan normatik dapat dijalankan dengan baik," imbuhnya.

Sebelumnya, Rabu (17/3), Forum Warga Nahdliyin Cinta PKB justru meminta muktamar NU membahas persoalan konflik internal PKB mengingat partai itu dilahirkan oleh NU untuk menampung aspirasi politik warga NU. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.