INILAH.COM, Jakarta - Sekelompok orang yang menamakan diri Forum Penyelamat Nahdlatul Ulama (FPNU) meminta pada muktamar NU tidak membahas persoalan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"PKB itu sudah dewasa dan bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri. NU tidak perlu repot mengurus politik praktis karena NU bukan PKB dan PKB bukan NU," kata Koordinator FPNU Yusuf Hamdani, Jakarta, Jumat (19/3).
Ia mengatakan, NU harus lebih mempertegas aktualisasi khittah dan tidak terjebak pada politik praktis, seperti mengurusi PKB. Selain itu, menurut Yusuf, masih banyak persoalan yang lebih penting yang perlu diurus NU. Yakni, mulai dari menggairahkan kembali ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah hingga pemberdayaan umat.
Ke depan, ia melanjutkan, NU juga harus lebih memerhatikan pesantren, terlebih dalam satu dekade ini pesantren menjadi 'tertuduh' atas aksi-aksi terorisme yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Islam.
Politik yang harus dijalani NU, Yusuf menyarankan, adalah politik etik dan politik normatik, bukan politik praktis. "PBNU seharusnya mengkoordinir dan mengawal proses politik melalui lajnah siyasiyah atau biro politik yang dibentuk agar politik etik dan normatik dapat dijalankan dengan baik," imbuhnya.
Sebelumnya, Rabu (17/3), Forum Warga Nahdliyin Cinta PKB justru meminta muktamar NU membahas persoalan konflik internal PKB mengingat partai itu dilahirkan oleh NU untuk menampung aspirasi politik warga NU. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !