Selasa, 29 Mei 2012 | 01:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Siswi Hamil Korban Perkosaan Boleh Ikut Unas
Headline
istimewa
Oleh:
web - Sabtu, 20 Maret 2010 | 05:13 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dua siswi SMA yang sedang hamil karena korban perkosaan, diminta boleh ikut Ujian Nasional.

Permintaan ini langsung disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Linda Gumelar.

Linda mengharapkan agar sekolah bersikap proaktif, terkait adanya kasus dua siswi SMA yang terancam tidak ikut Ujian Nasional (UN) lantaran hamil. "Apalagi keduanya hamil karena kasus perkosaan," katanya.

Pernyataan Linda Gumelar ini, disampaikan usai acara peluncuran Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasaan terhadap Anak, di Jakarta, Jumat (19/3).

Untuk diketahui, saat ini ada dua siswi SMA di Sidoarjo yang dipastikan tidak bisa ikut UN 2009/2010 pada 22-26 Maret mendatang. Keduanya sejauh belum mendaftar karena diketahui hamil lima bulan setelah menjadi korban perkosaan.

"Ikut ujian itu juga haknya, untuk kasus di Sidoarjo. Kan ada ujian susulan. Harus diberikan kesempatan," tegas Linda Gumelar.

Karena itu, Kementerian PPPA mencoba memfasilitasi kedua siswi tersebut melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Nasional.

Kedua siswi yang sama-sama berusia 16 tahun itu, antara lain disebutkan bersekolah di SMA di kawasan Kota Sidoarjo dan Kecamatan Taman.

Kini keduanya tengah didampingi oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Sidoarjo.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.