inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Terjerat Kasus Hukum

'KPK Lemahkan Posisi Politik PDIP-Golkar'

Headline
Yuddy Chrisnandi - inilah.com
Oleh: Kawiyan
Sabtu, 20 Maret 2010 | 06:04 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi menilai, pengungkapan kasus-kasus korupsi yang melibatkan sejumlah politisi di DPR punya nuansa kuat untuk melemahkan serangan politik yang diarahkan kepada pemerintah pascarekomendasi DPR mengenai kasus Bank Cantury.

"Ini tujuannya bukan untuk pemberantasan korupsi, tetapi untuk menyerang lawan politik agar posisi mereka lemah," ujar Yuddy kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (20/3).

Mantan politisi Partai Golkar ini menambahkan, nuansa politik pengungkapan kasus korupsi terlihat ketika sejumlah politisi dari PDIP, Golkar, PPP, dan PKS disangkutkan dengan kasus korupsi. Selain itu, momennya setelah ada rekomendasi DPR mengenai kasus Bank Cantury.

Di sisi lain, pengusutan kasus Bank Cenury sendiri yang sudah merupakan amanat DPR belum dijalankan. "Kalau begini namanya standar ganda, dan terkesan sebagai lelucon saja," tutur Yuddy.

Yuddy berharap pemerintah dan lembaga penegak hukum segera melaksanakan rekomendasi DPR tentang kasus Bank Century. Sebab, kasus inilah yang merupakan kasus terbesar yang melibatkan pejabat tinggi negeri ini.

Bagi Yuddy, kasus Bank Century harus menjadi momen bagi pemberantasan korupsi secara total, baik di pemerintahan maupun partai politik. Pemerintah harus benar-benar menuntaskan kasus yang melibatkan uang Negara Rp 6,7 triliun rupiah itu.

Sedangkan, partai-partai politik juga harus membersihkan kader-kadernya yang terlibat korupsi. "Dengan demikian, partai politik juga punya kekuatan moral untuk menekan pemerintah," papar Yuddy.

Yuddy memuji sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang berjanji tidak akan melindungi kadernya yang terlibat kasus korupsi. "Tapi ucapan Megawati juga harus dibuktikan," pungkas Yuddy. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Abah @ Sabtu, 20 Maret 2010 | 14:45 WIB
Aneh ini orang, kalau korupsi ya korupsi dan harus di hukum. Jangan sedikit2 dikaitkan dengan politis, justru ini cara2 pengalihan lagu lama. KPK jalan terus, sikat habis koruptor jangan dengarkan rengekan dan pembelaan para politisi bobrok.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.