Minggu, 27 Mei 2012 | 19:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
Headline
istimewa
Oleh:
web - Sabtu, 20 Maret 2010 | 06:23 WIB
INILAH.COM, New York - Saham di Wall Street ditutup melemah pada Jumat (19/3) setelah munculnya kekhawatiran terhadap pembayaran utang Yunani yang menjadi pertanyaan para investor terhadap pemulihan ekonomi global.

Dow Jones Industrial Average turun 37 poin setelah naik selama delapan hari berturut-turut. Begitu juga dengan bursa luar negeri juga mengalami pelemahan. Mayoritas Indeks berkahir naik selama sepekan.

Yunani mengatakan kemungkinana akan berpaling ke Dana Moneter Internasional untuk mendapatkan dukungan jika para pemimpin Eropa tidak bisa menyetujui rencana penyelamatan utang mereka pekan depan.

Keprihatinan mengenai kemampuan Yunani untuk menangani beban utangnya yang besar memicu penjualan saham di Amerika Serikat dan di luar negeri negeri selama dua bulan.

Investor juga berhati-hati setelah Bank Sentrak India menaikkan suku bunganya untuk memerangi kenaikan harga. Ini mendorong kekhawatiran bahwa bank sentral di negara-negara lain akan mengikutinya. Laporan di AS selama sepekan menunjukkan bahwa inflasi turun.

Berita dari Yunani dan India ini memicu kemunduran optimisme terhadap meningkatnya pemulihan ekonomi global. "Data ekonomi sejauh ini terus membaik, tetapi ada banyak kekhawatiran di luar sana," kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Avalon Partners Inc di New York. "Situasi di Yunanai ini mempengaruhi dolar."

Dolar lagi-lagi menjadi daya tarik investasi yang aman bagi para investor, memicu penguatannya terhadap euro dan mata uang lainnya.

Dow jatuh 37,19 poin atau 0,3 persen ke level 10.741,98. Indeks Standard & Poor's 500 jatuh 5,93 poin atau 0,5 persen ke level 1.159,90. Indeks komposit Nasdaq jatuh 16,87 poin atau 0,7 persen ke level 2.374,41.

Dow pada hari Kamis ditutup pada tingkat tertinggi sejak 1 Oktober 2008. Indeks di luar negeri juga mengalami nasib serupa mengalami pelemahan pada perdagangan akhir pekan. Para trader melakukan aksi profit taking setelah mengalami kenaikan tertingginya.

Volume perdagangan mencapai 5,67 miliar saham, dibandingkan dengan Kamis 4,26 miliar. Selama pekan ini, Dow naik 1,1 persen, S & P 500 indeks naik 0,9 persen dan Nasdaq naik 0,3 persen.

Harga obligasi sedikit berubah. Hasil benchmark Treasury jangka waktu 10 tahun, naik menjadi 3,70 persen dari 3,68 persen Kamis malam. Dolar naik terhadap mata uang utama lainnya, sementara harga emas turun.

Minyak mentah jatuh US$1,52 untuk menetap di US$80,68 per barel di New York Mercantile Exchange karena dolar naik. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas lebih mahal bagi pembeli asing. [cms][[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.