INILAH.COM, Jakarta - Pemunduruan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack
Obama dinilai sebagai gagalnya usaha pemerintahan SBY menaikkan citra
Indonesia soal pemberantasan terorisme kepada Barack Obama.
Menurut Pengamat Politik Universitas Paramadina Yudi Latif, gagalnya
kedatangan Barack Obama berarti juga gagalnya Presiden SBY menggenjot
citranya. Setelah di awal masa pemerintahannya ini di dera penurunan
popularitas karena dibelit beberapa kasus.
"SBY ingin (menaikkan citranya dengan) memberi kredit besar saat menerima
Obama dengan catatan prestasi soal terorisme, tapi Obama menunda kedatangan
sehingga momentumnya jadi gagal," Ujar Yudi Latif kepada INILAH.COM, Sabtu
(20/3).
Yudi latif mengindikasikan, penundaan kunjungan obama ke Indonesia karena Obama tidak ingin dijadikan backing untuk menaikkan citra SBY yang sedang terpuruk karena beberapa kasus.
Yudi berpendapat, pemerintahan SBY tentu saja akan merasa sangat tertolong
jika kedatangan Obama terealisasi dengan segera. Menurut Yudi, selain merasa
mendapatkan backing, SBY juga sepertinya berpikir kedatangan Obama akan
menaikkan citranya sebagai presiden.
"Tapi seepertinya Obama menilai belum tepat dan belum perlu datang, hingga citra SBY dan kondisi Indonesia ikut pulih kembali," cetusnya. [jib]