INILAH.COM, Jakarta - Molornya kembali jadwal kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama diniliai lebih karena persoalan dari dalam nergeri Indonesia sendiri. Obama sepertinya tidak ingin citranya tercoreng di negaranya karena mengunjungi Indonesia.
Menurut pengamat politik Universitas Paramadina Yudi Latif, penundaan kedatangan Barack Obama lebih disebabkan kondisi politik Indonesia yang belum kondusif. "Dia (Obama) mempertimbangkan hingga kondisi Indonesia pulih," ujarnya kepada INILAH.COM, Sabtu (20/3).
Yudi berpendapat, staf Obama pasti sudah mengumpulkan informasi mengenai kondisi Indonesia dan mendapatkan kenyataan bahwa pemerintahan Indonesia masih menghadapi krisis kepercayaan masyarakat. Karena itu, menurut dia, Obama tak ingin merusak citranya karena dianggap memberikan dukungan kepada pemerintahan SBY.
"Hal ini bisa dilihat dari penundaan kedatangannya hingga bulan Juni nanti. Kenapa harus menunggu selama itu," tegas Yudi.
Sudah dua kali rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama ditunda. Sebelumnya awal kunjungan Obama ke Indonesia dijadwalkan 18 Maret. Hari Jumat lalu (12/03), Gedung Putih menunda kunjungan menjadi 21 hingga 26 Maret. Belakangan, kunjungan Obama kembali ditunda hingga Juni mendatang. [jib]