INILAH.COM, Jakarta - Lagi, dua bekas legislator Komisi IX DPR asal Fraksi PDIP, Max Moein dan Enggelina Pattisiani bersuara, bahwa cek perjalanan Rp 500 juta yang mereka peroleh dianggap sebagai bantuan partai untuk kampanye.
Hanya Agus Chondro yang bersaksi berbeda, dari awal dia sudah menduga cek itu terkait pemilihan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) BI. Agus pun menilai keterangan dua rekannya justru menjatuhkan citra partai dan Megawati Soekarnoputri.
"Anggota-anggota seperti itu yang seharusnya dipecat. Alasan untuk kampanye kan justru menjatuhkan citra partai, menghancurkan nama ibu Mega," ujar Agus dalam perbincangan dengan wartawan usai bersaksi di sidang Dudhie Makmun Murod, Jumat (19/3) malam.
Dalam sidang Dudhie, Max Moein dan Enggelina mengatakan, mereka menganggap cek pelawat senilai Rp 500 juta yang mereka terima adalah bantuan partai untuk kampanye pileg maupun Pilres 2004-2009. Karena saat itu menjelang masa kampanye.
Keduanya mengaku baru tahu bahwa cek terkait dengan pemilihan Miranda S Goeltom setelah kasus mencuat dan diperiksa di KPK. Meski begitu dalam sidang terungkap, uang tersebut tidak digunakan Enggelina untuk kampanye melainkan untuk sumbangan kemanusian dan kegiatan keagamaan.
Mengapa memperburuk citra partai, Agus beralasan, karena pernyataan itu disampaikan disaat PDIP ingin membongkar kejahatan terkait skandal bailout Bank Century Rp 6,7 triliun. "PDIP kan ingin membongkar adanya dugaan aliran dana Century mengalir ke biaya kampanye SBY, nah sekarang justru anggota PDIP sendiri menyebut adanya dana ke kampanye Ibu Mega. Ini kan justru menghancurkan," bebernya.
Kesaksiaan Max dan Enggelina menambah deretan panjang politisi PDIP yang menyebut dana pemilihan Miranda S Goeltom diduga mengalir dalam kampanye Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya, Williem Tutuarima dan Soekarjo Hardjosoewirjo juga bersaksi sama.
Karenanya, kemarin (19/3) pagi kepada INILAH.COM, Agus Chondro mendesak agar Tjahjo Kumolo selaku Ketua Fraksi PDIP saat itu segera memberi penjelasan kepada publik benar atau tidaknya kesaksian empat politisi PDIP itu.
"Tjahjo Kumolo sebagai Ketua Fraksi PDIP DPR RI waktu itu pasti tahu persis apakah dana itu, dana untuk kampanye Pilpres 2004 atau bukan," tandas Agus Chondro. [jib]